Kulonprogo

Penerima Manfaat PKH di Kulonprogo Capai 24.259 Keluarga Miskin

Sebanyak 24.259 keluarga di Kulonprogo akan mendapat manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2018 ini.

Penerima Manfaat PKH di Kulonprogo Capai 24.259 Keluarga Miskin
ist
Logo Pemkab Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sebanyak 24.259 keluarga di Kulonprogo akan mendapat manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2018 ini.

Program ini diharapkan bisa memutus rantai kemiskinan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Eka Pranyata menjelaskan tujuan umum PKH adalah meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Program ini digelar untuk mendukung tercapainya kualitas hidup keluarga miskin dengan mengurangi beban pengeluaran dalam jangka pendek.

"Jangka panjangnya, PKH memperbaiki pola pikir dan perilaku sehingga mendukung upaya pemutusan rantai kemiskinan rumah tangga," kata Eka, Jumat (18/5/2018).

Baca: PKH Sangat Bermanfaat untuk Keluarga Miskin dan Rentan Miskin di Sleman

Dijelaskan, angka alokasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 34.259 keluarga itu ditentukan berdasarkan hasil validasi yang dilakukan tiap tiga bulan.

Diketahui sebelumnya ada 18 KPM yang mengundurkan diri karena merasa ada keluarga lain yang lebih layak menerima bantuan PKH.

Ada juga beberapa KPM yang dicoret dari daftar berdasarkan evaluasi karena dinilai sudah tergolong keluarga mampu.

Eka mengatakan, pada pemutakhiran data tahap II 2018, sebanyak 10.157 keluarga penerima manfaat (KPM) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan PKH (non eligible) dan 632 KPM berstatus non eligible mampu.

Masing-masing KPM nantinya akan mendapat bantuan tunai bersyarat sebesar Rp500.000 per tiga bulan.

Baca: Mensos: Program BPNT dan PKH akan Dituntaskan November Ini

Wakil Bupati Kulonprogo yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah, Sutedjo mengatakan penerima bantuan diharapkan bisa memilik akses lebih baik terhadap pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan, dan gizi melalui PKH.

Ini juga mencakup manfaat penghilangan kesenjangan sosial, ketidakberdayaan, dan keterasingan sosial yang selama ini identik pada warga miskin.

Juga, meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia, meningkatkan kesehatan balita, dan mengurangi tingkat kematian pada ibu hamil.

"Keberhasilan PKH untuk bisa berjalan sesuai harapan memerlukan dukungan dari berbagai pihak," kata Sutedjo.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved