Bantul
Jalur Cinomati Masih Terlarang untuk Pemudik Maupun Wisatawan
Hal ini dikarenakan tingkat kerawanan jalur tersebut terjadi kecelakaan masih cukup tinggi.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jalur Cinomati yang berada di wilayah Pleret, Bantul masih berstatus terlarang untuk dilewati para wisatawan maupun pemudik tahun ini.
Hal ini dikarenakan tingkat kerawanan jalur tersebut terjadi kecelakaan masih cukup tinggi.
“Jalur ini masih jadi alternatif menuju kawasan Dlingo. Tak jadi masalah dilewati penduduk setempat karena sudah terbiasa tapi bahaya untuk orang luar karena tidak paham medan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Aris Suharyanto, Kamis (17/5/2018).
Oleh sebab itu, penanganan jalur Cinomati ini masih menjadi fokus perhatian pihak Dishub Bantul khusus untuk musim libur lebaran maupun mudik tahun ini.
Bahkan sudah sejak jauh hari pihak Dishub berkoordinasi dengan Polres Bantul terkait pengamanan jalur.
Baca: Meski Bahaya bagi Pengguna Jalan, Jalur Cinomati Masih Banyak Dilalui Kendaraan
Sejauh ini dari hasil koordinasi yang dilakukan, Polres Bantul akan mendirikan posko di titik Jalur Cinomati guna mengurangi efek yang ditimbulkan seandainya ada pemakai jalan dari luar daerah melintas.
Hal ini sendiri sudah dilakukan pihak Polres beberapa waktu lalu.
Seperti biasanya, akan dilibatkan relawan dari SAR Bantul dan aktifis masyarakat sekitar untuk bersiaga di Cinomati.
Misalnya, menahan laju mobil agar tidak terperosok jurang karena tidak kuat melewati jalan menanjak yang terjal dan menikung tajam.
Sementara jalur Imogiri masih diperbolehkan dilewati mobil pribadi tapi tidak untuk bus besar.
“Bus besar menuju Dlingo masih belum bisa lewat Imogiri, nanti kita arahkan untuk melewatu Pathuk agar mempertimbangkan keamanan,” kata Aris. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/salah-satu-rambu-rambu-peringatan-yang-dipasang-di-sepanjang-jalur-cinomati_20170627_133228.jpg)