Kriminal

Berkedok CV Pengadaan Barang, Kelompok ini Tipu Perusahaan AC Ratusan Juta Rupiah

Adapun modus yang digunakan ketiga tersangka dengan memilih cara pelunasan pembayaran ratusan Air Conditioner (AC) dengan menggunakan bilyet giro

Berkedok CV Pengadaan Barang, Kelompok ini Tipu Perusahaan AC Ratusan Juta Rupiah
IST
Panit I Reskrim Polsek Mlati, Aiptu Heri Setiawan saat menunjukkan bukti PO barang dari CV milik Raharsih kepada perusahaan pendingin udara yang memiliki kantor perwakilan di Sendangadi, Mlati, Sleman. Tampak pula bilyet giro fiktif (kanan) yang diberikan tersangka kepada pihak penyedia AC guna pelunasan pembayaran 100 AC, Kamis (17/5/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jajaran unit Reskrim Polsek Mlati menangkap 3 orang yang terbukti melakukan penipuan kepada sebuah perusahaan pendingin udara yang berkantor di Sendangadi, Mlati, Sleman senilai ratusan juta rupiah.

Adapun modus yang digunakan ketiga tersangka dengan memilih cara pelunasan pembayaran ratusan Air Conditioner (AC) dengan menggunakan bilyet giro, padahal bilyet giro yang diberikan tersangka adalah fiktif belaka.

Kapolsek Mlati, Kompol Yugi Bayu Hendarto mengatakan, kejadian bermula saat RR (55) alias Raharsih, warga Cempaka Putih, Ciputat, Tangerang Selatan mendatangi kantor perwakilan perusahaan AC di daerah Mlati beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, kedatangan tersangka adalah untuk memesan ratusan unit AC mengatasnamakan CV miliknya yang bergerak di bidang supplier, dimana ratusan AC itu digunakan untuk keperluan pengadaan barang dari kliennya.

Baca: Sindikat Penipu Modus Uang Mainan Diciduk Polresta Yogyakarta

Lanjutnya, Raharsih yang juga Direktur CV tersebut sempat membayarkan uang sebagai Down Payment (DP) agar dipercayai oleh penyedia AC.

Bahkan, Raharsih memberi bilyet giro kepada perusahaan AC untuk pelunasan pembayaran.

Setelah terjadi kesepakatan itulah pihak perusahaan AC mengirimkan ratusan AC ke kantor Raharsih di daerah Klaten, Jawa Tengah.

"Jadi tersangka ini pesan 100 unit AC yang kalau dinominalkan Rp 283 juta dan sudah dibayar Rp 56 juta untuk DPnya. Dia (tersangka) janji sisanya akan dilunasi lewat bilyet giro selama 7 hari kerja, tapi pas mau dicairkan kok tidak ada isinya," katanya, Kamis (17/5/2018).

Merasa dirugikan akhirnya pihak perusahaan AC melapor ke pihaknya, menanggapi laporan tersebut pihaknya pantas melakukan penyelidikan akhirnya pihaknya berhasil menangkap Raharsih di luar DIY.

Tak hanya itu, ternyata diketahui pula dalam melakukan aksinya, Raharsih bersekongkol dengan 2 orang berinisial RY alias Teteh (58), warga Kebon Kopi, Bogor, Jawa Barat dan AH alias Hanan (69), warga Duren Sawit, Jakarta Timur beberapa hari lalu.

Baca: Keringkan Sepatu yang Bau Pakai AC Bus, Tingkah Gadis Ini Bikin Tepuk Jidat

Halaman
12
Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved