Jawa

310 Tower Rusun untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Ditarget Selesai Tahun 2018 Ini

Pembangunan rumah susun MBR tersebut menjadi satu dari beberapa upaya dalam percepatan program pembangunan sejuta rumah.

310 Tower Rusun untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Ditarget Selesai Tahun 2018 Ini
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kemen PUPR, Khalawi AH; Walikota Magelang, Sigit Widyonindito; Anggota Komisi V DPR RI, Sujadi dan jajaran pejabat tengah melakukan peninjauan pembangunan rumah susun sewa di RT 01, Kampung Polosari, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 310 buah tower rumah susun atau sebanyak 15 ribu unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ditargetkan dapat selesai dibangun pada tahun 2018 ini di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kemen PUPR, Khalawi AH mengatakan, pembangunan rumah susun MBR tersebut menjadi satu dari beberapa upaya dalam percepatan program pembangunan sejuta rumah.

"Saat ini pemerintah pusat tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk diantaranya di bidang perumahan. Yakni diwujudkan dengan pembangunan rumah susun (rusun) untuk MBR," ujar Khalawi, Rabu (16/5/2018), saat meninjau rumah susun sewa di RT 01, Kampung Polosari, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Khalawi mengatakan, demi menaikkan daya saing Indonesia sehingga dapat bersaing dengan negara lain, sejumlah upaya yang dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur.

"Mustahil negara kita bisa maju bersaing kalau infrastruktur masih tertinggal. Oleh karena itu, ini salah satu langkah yang dilakukan," ungkapnya.

Selain pembangunan rusun MBR, pemerintah juga memprogramkan rusun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), asrama santri pondok pesantren, asrama perguruan tinggi, serta rumah khusus untuk nelayan di daerah perbatasan, paramedis, dokter, maupun suster yang bertugas jauh dari tempat tinggal.

"Ada juga pemberian bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Jawa Tengah menerima bantuan paling banyak, 99 ribu unit dari total 180 ribu di tahun 2018," terangnya.

Dia menyebutkan, tiga daerah yang menerima bantuan BSPS di Jawa Tengah antara lain 1.509 unit di Kabupaten Temanggung, 240 unit di Kota Magelang, dan 1.790 unit di Kabupaten Magelang. Nominal bantuan yang diterima adalah Rp15 juta per unit rumah.

"Program BSPS ini diharapkan pelaksanaannya melalui padat karya. Jadi Rp15 juta yang diterima itu, Rp12,5 jutanya berupa bahan kemudian Rp2,5 juta untuk padat karya," katanya.

Sementara itu, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito mengatakan, pembangunan rusun MBR merupakan salah satu upaya untuk menyediakan hunian nyaman untuk masyarakat.

"Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) juga disebutkan, kita terus membangun rusunawa supaya tidak terjadi kekumuhan di Kota Magelang," katanya.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved