Teror ISIS di Indonesia

ISIS Pilih Orang Indonesia karena Memiliki Jiwa Militansi

ISIS meyakini bahwa orang Indonesia memiliki jiwa militansi yang tinggi, sehingga akan mudah diajak untuk berafiliasi.

ISIS Pilih Orang Indonesia karena Memiliki Jiwa Militansi
PHOTO : AFP | Getty Image Jose | Jordan
Remaja putri itu diketahui baru berumur 18 tahun, dia diamankan polisi sebab dituduh merekrut perempuan lain untuk berjuang bersama ISIS di Suriah. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan aksi teror yang terjadi di Indonesia karena perintah dari ISIS yang saat ini sedang terdesak.

"Teror bom merupakan aksi yang diminta ISIS yang saat ini terdesak. Tak hanya Indonesia beberapa negara juga telah terjadi pemboman," ungkap Tito di Polda Jawa Timur, Senin (14/5/2018).

Mengapa Indonesia menjadi sasaran ISIS? Menurut pengamat intelijen Wawan Purwanto, kelompok atau organisasi separatis menggunakan keyakinan untuk mengaduk perasan dan berjihad.

"Seperti ISIS, dengan berbagai macam cara, tujuannya untuk mewujudkan kekhalifahan," ujarnya.

Baca : Operasi 'Our Eyes' Ungkap ISIS Ingin Pindah Basis ke Indonesia

Wawan mengatakan, ISIS meyakini bahwa orang Indonesia memiliki jiwa militansi yang tinggi, sehingga akan mudah diajak untuk berafiliasi.

Selain itu, ada yang memberikan pembiayaan baik dari dalam ataupun luar. Hal tersebut, membuat para anggota baru akan lebih tertarik dan muncul pemikiran khilafah.

Metode Perekrutan Canggih

Sementara itu, analis Pusat Perlawanan Teroris Tentara AS (CTC), Aaron F Brantly, menjelaskan metode ISIS merekrut anggota dengan menggunakan cara yang canggih. ISIS menggunakan jaringan teknologi untuk menilai calo jihadis dan menggunakan komunikasi terenskripsi.

Dalam laporan NBC News, Brantly mengatakan, untuk merekrut anggota, ISIS menyediakan layanan khusus dukungan informasi bagi pengguna komputer.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved