Si Pembunuh Berantai yang Dihukum Seumur Hidup, Meninggal di Penjara

Nilsen dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan rekomendasi minimal menjalani masa hukuman 25 tahun pada 1983.

Si Pembunuh Berantai yang Dihukum Seumur Hidup, Meninggal di Penjara
METRO.co.uk / PA via Kompas.com
Pelaku pembunuh berantai pada akhir 1970 hingga awal 1980 di Inggris, Dennis Nilsen, dilaporkan meninggal dunia di penjara.(METRO.co.uk / PA) 

TRIBUNJOGJA.COM - Dennis Nilsen, salah satu terpidana kasus pembunuh berantai paling dikenal di Inggris, meninggal dunia di dalam penjara pada Sabtu (12/5/2018).

Nilsen yang juga dikenal dengan julukan sebagai Pembunuh Lembah Muswell meninggal dunia di usai 72 tahun saat menjalani hukuman 34 tahun penjara di HMP Full Sutton.

Melansir dari Metro.co.uk, Nilsen diyakini meninggal dunia secara alami.

Nilsen merupakan pelaku pembunuhan berantai pada akhir 1970 hingga awal 1980 dengan korban 15 pria muda, dengan sebagian besar merupakan homoseksual.

Kasus itu terjadi di kampung halamannya di utara London.

Setelah memancing korbannya menuju kematian, Nilsen dilaporkan kerap menyimpan mayat korbannya selama berhari-hari sebelum kemudian memotong-motongnya.

Kejahatan anehnya baru terungkap setelah secara kebetulan saluran pembuangan di luar kediamannya di Cranley Gardens, Muswell Hill tersumbat oleh potongan tubuh korbannya.

Nilsen dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan rekomendasi minimal menjalani masa hukuman 25 tahun pada 1983.

Dia dituduh atas enam kasus pembunuhan dan dua percobaan pembunuhan.

"Dennis Andrew Nilsen, yang lahir pada 23 November 1945 telah meninggal dunia di dalam tahanan di HMP Full Sutton pada Sabtu, 12 Mei 2018."

"Seperti semua kematian yang terjadi dalam tahanan, akan dilakukan investigasi independen terkait penyebab kematian dan lainnya," kata juru bicara Dinas Penjara dikutip Metro.co.uk.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pembunuh Berantai Asal Inggris, Meninggal Dalam Penjara di Usia 72"

Editor: ribut raharjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved