Breaking News:

Nasional

Terduga Teroris asal Kebumen Dikenal Pendiam dan Tertutup

Terkait ini, pihaknya telah membahasnya dengan parah tokoh masyarakat maupun agama.

Editor: Ari Nugroho
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KEBUMEN - Meski diduga terlibat dalam kasus terorisme, namun warga Desa Klagenwonosari, Klirong Kebumen bersedia menerima seorang warga mereka yang tewas ditembak Densus 88.

Warga tak menyangka, riwayat DCN bakal berakhir tragis, mati di tangan Densus 88 karena diduga teroris.

Kabar itu pun telah sampai ke pihak keluarga.

Paman DCN lebih terkejut, keponakannya itu meninggal dengan jalan demikian.

Adapun nenek DCN sengaja belum diberitahu tentang kematian cucunya itu.

Usinya yang telah renta, juga fisiknya yang lemah, jadi pertimbangan untuk menunda penyampaian berita duka itu kepada sang nenek.

Terlebih, nenek renta tersebut punya ikatan batin mendalam dengan DCN karena telah mengasuhnya sejak kecil.

Baca: Polres Magelang Kota Perketat Pengamanan Tempat Ibadah

Ia pastilah sangat terpukul jika mengetahui cucu yang dia besarkan meninggalkannya selamanya.

DCN memang lahir di Jakarta, yang menjadi domisili orang tuanya hingga sekarang.

Tetapi sejak kecil anak itu dititiprawatkan kepada simbahnya di Desa Klagenwonosari.

Selepas tamat SD, DCN sempat mengenyam pendidikan di Madratsah Tsanawiyah, kemudian melanjutkan ke SMK di Kebumen.

"Orang tuanya tinggal di Jakarta, dia dibawa ke desa masih bayi dan diasuh oleh simbahnya,"kata Kepala Urusan Perencanaan Desa Klagenwonosari Eko Setiyono, Minggu

DCN tumbuh sebagai anak yang pendiam dan jarang bergaul dengan orang.

Kepribadian tertutup DCN membuat warga susah menebak apa yang ada dalam pikiran pemuda tersebut.

Baca: Warga Desa di Kebumen Ini Terkejut Ada Warganya Diduga Terlibat Terorisme

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved