Mulai Ditangani Pemerintah, Birokrasi Sertifikasi Halal Justru Dianggap Rumit

Akhmad menganggap kemunculan BPJPH sebagai langkah positif pemerintah dalam menangani sertifikasi produk halal

Mulai Ditangani Pemerintah, Birokrasi Sertifikasi Halal Justru Dianggap Rumit
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Dosen FEB UGM Akhmad Akbar Susamto saat menjadi pembicara di FE UAJY pada hari Rabu siang (09/05/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dosen Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) UGM, Akhmad Akbar Susamto, menyatakan sertifikasi halal saat ini menjadi cara untuk meningkatkan nilai tambah suatu produk.

"Riset menunjukkan saat ini konsumen justru lebih fokus pada sertifikasi halal produk ketimbang ISO," jelas Akhmad di FE UAJY, Rabu (09/05/2018).

ISO adalah singkatan dari International Organization for Standarization. Lembaga ini yang menetapkan standar internasional bagi produk-produk yang dihasilkan oleh berbagai perusahaan.

Pemerintah Indonesia, menurut Akhmad, saat ini telah menunjukkan kepeduliannya dengan mendirikan Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Berdasarkan situs resmi Kementerian Agama, BPJPH adalah lembaga yang berwenang untuk melakukan proses sertifikasi Halal. Hal tersebut juga telah diatur dalam Bab V UU No. 33 Tahun 2014 tentang Produk Halal.

"Jika dulu semua prosesnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI), sekarang MUI cukup ketok palu saja," kata Akhmad.

Akhmad menganggap kemunculan BPJPH sebagai langkah positif pemerintah dalam menangani sertifikasi produk halal di Indonesia.

Namun adanya BPJPH dianggap sebagian orang justru mempersulit proses sertifikasi halal.

"Birokrasinya saat ini dianggap jadi lebih panjang dan lama oleh sebagian pihak," ujar Akhmad.

Terlepas dari proses yang dianggap rumit, Akhmad menyatakan sertifikasi halal justru mampu meningkatkan penjualan produk secara signifikan.

Sebab saat ini, terbentuk tren berbagai produk yang mempromosikan diri sebagai barang halal. Tidak hanya sektor pangan tapi juga merambah hingga gaya hidup.

"Sertifikasi halal justru mampu menciptakan kompetisi yang positif, di mana tiap produk bersaing secara kualitas," papar Pakar Ekonomi di CORE Indonesia ini.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved