Pembangunan TKP Beskalan
Cegah Manipulasi, Dishub Foto Rumah Warga di Sekitar TKP Beskalan
Cegah manipulasi, Dishub foto rumah warga di sekitar TKP Beskalan yang akan mulai dibangun Senin besuk.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Kurangnya lahan parkir, khususnya di kawasan Malioboro, menjadi permasalahan pelik bagi Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.
Karena itu, tempat khusus parkir (TKP) baru, di Jalan Beskalan, Yogyakarta, ditargetkan bisa selesai tahun ini.
Kasi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY dan PPTK TKP Beskalan, Bagas Senoadji, mengatakan bahwa pembangunan akan dimulai pada Senin (7/5/2018) mendatang.
Untuk saat ini, pihaknya tengah menempuh tahap pemotretan terhadap rumah warga sekitar.
"Jadi, jangan sampai ada warga yang ngaku-ngaku rumahnya retak karena proyek. Makanya, sebelum dimulai, kita foto dulu. Tapi, kalau nanti memang ada yang retak akibat pembangunan, ya tentu akan kami perbaiki," katanya, Minggu (6/5/2018).
Sebelumnya, tambah Bagas, bersama dengan pihak pekerja, Dinas Perhubungan DIY telah melangsungkan sosialisasi kepada warga, pada Jumat (4/5/2018) lalu.
Menurutnya, upaya pendekatan semacam itu, memang harus dilakukan, untuk memberi pemahaman.
"Kita sosialiasikan kepada warga Beskalan, kemudian PKL (pedagang kaki lima), juru parkir, karena selama delapan bulan ke depan akan dilakukan proses pekerjaan. Otomatis, mulai Senin mereka tidak bisa beraktivitas seperti biasa," ucapnya.
Bagas menuturkan, sampai sejauh ini, tanggapan warga terhadap proyek TKP Beskalan cukup baik.
Dalam artian, tidak muncul kelompok-kelompok yang kontra.
Baca: Kembangkan Bunga Kertas Sebagai Spot Selfie, Rubiyanto Punya Misi Kurangi Pengangguran
Tidak bisa dipungkiri, ucapnya, hal tersebut berkat langkah persuasif yang sudah ditempuh sejak jauh-jauh hari.
"Tidak ada kendala seperti (eks bioskop) Indra kemarin. Kalau Indra kemarin itu sampai booming ya, sampai datangkan aparat segitu banyaknya. Kita tidak, Alhamdulillah, karena sudah lebih dulu dilakukan pendekatan sejak Februari," cetusnya.
Terlebih, status kepemilikan lahan yang hendak dibangun tersebut, memang berada di tangan pemerintah daerah.
Sedangkan pengelola tempat parkir sebelumnya, hanya berstatus sebagai penyewa, di mana kontraknya sudah berakhir sejak Januari silam.
"Sebelumnya memang sudah jadi lahan parkir, tapi status pengelolanya hanya menyewa. Jadi, ya tidak keberatan, karena kontraknya memang sudah habis. Tapi, tetap kita lakukan pendekatan sosial dulu, sebelum mulai aktivitas proyek," pungkasnya. (tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cegah-manipulasi-dishub-foto-rumah-warga-di-sekitar-tkp-beskalan_20180506_202223.jpg)