DIY

Gubernur DIY Harapkan Pemerintah dan Industri Mampu Kembangkan Pariwisata Digital

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwana X menyinggung pengembangan pariwisata melalui digital yang harus mulai digarap.

Gubernur DIY Harapkan Pemerintah dan Industri Mampu Kembangkan Pariwisata Digital
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Pembukaan Rakernas IHGMA oleh Sri Sultan Hamengkubuwana X dan DPP IHGMA di Grand Mercure Hotel Yogyakarta, Sabtu (5/5/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwana X menyinggung pengembangan pariwisata melalui digital yang harus mulai digarap.

Menurutnya saat ini pengembangan pariwisata digital tampaknya harus mulai diseriusi agar pariwisata terus eksis dan berkelanjutan untuk gaya hidup milenia.

"Hasil Rakornas Pariwisata Pertama Kementerian Pariwisata Maret 2018 lalu, telah menetapkan landasan dalam menentukan program utama kemenpar tahun 2018, khususnya destinasi digital dan nomadic tourism (wisata nomad) sebagai terobosan. Tidak bisa dipungkiri, industri digital telah mengubah dunia dengan generasi milenia-nya, mengubah seluruh tatanan baik itu pekerjaan, pola hidup maupun perilaku berwisata," jelas Sri Sultan dalam sambutan Rakernas I Indonesian Hotel General Manager Assosiation (IHGMA) di Grand Mercure Hotel Yogyakarta, Sabtu (5/5/2018).

Dirinya melanjutkan, bahwa hampir segala aspek terpengaruh terhadap era digitalisasi saat ini dan pemerintah harus bergerak menyesuaikan dengan perkembangan dunia digital tersebut untuk ikut dalam mengembangkan dunia pariwisata.

"Mengenai destinasi digital, gaya hidup wisatawan milenia adalah serba digital dalam mencari informasi destinasi dan membandingkannya antar produk. Untuk itu destinasi pun berubah ke arah destinasi digital dengan fasilitas free wifi, dekorasi harus bagus, agar menarik untuk berselfie. Destinasi digital memiliki positioning kebanggaan diri, diffenesiasinya harus Instagrammable dan digitalable photogenic serta brandingnya menjadi destinasi zaman now yang bersifat genuine, kalau di foto layak posting di medsos untuk meraih likes, comments, repost, share serta interaksi positif," tambah Ngarsa Dalem.

Menurutnya, dirinya menambahkan destinasi digital dan nomadic tourism menjadi sebuah solusi untuk mencapai hasil yang maksimal, karena sesuai dengan tuntutan pasar.

Keduanya memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Idealnya seluruh stakeholder pariwisata baik pemerintah maupun industri segera mengembangkannya agar percepatan dapat dilakukan.

Sri Sultan melanjutkan, Destinasi digital dan nomadic tourism merupakan sebuah solusi ideal pariwisata Indonesia yang disebut oleh Menteri Pariwisata dalam rumusan 5S yaitu 'Solusi Sementara, Sebagai Solusi Selamanya'.

"Oleh sebab itu, saya mendukung gagasan yang berawal dari think big, start small, moving fast, karena fakta menunjukkan bahwa sektor tourism bersifat uninterrupted growth dengan mengeliminasi kelemahan single destination yang bersifat multi manajemen. Karena memberikan solusi yang accountable dalam kebijakan, feasible secara bisnis, credible dalam membuka lapangan kerja dan suistanable yang menjamin lingkungan yang berkelanjutan," pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved