Wisata

Festival Bantul Masa Belanda Jadi Embrio Pengembangan Desa Wisata Ngringinan

Festival Bantul Masa Belanda jadi embrio pengembangan Desa Wisata Ngringinan.

Festival Bantul Masa Belanda Jadi Embrio Pengembangan Desa Wisata Ngringinan
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo membuka Festival Bantul masa Belanda di Desa Wisata Ngringinan dengan pemukulan gong, Sabtu(5/5/2018). 

Hadir dalam kesempatan ini, Plt Kepala Dinas pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, Camat Bantul, Sunarso, Komisi B DPRD DIY Joko Purnomo, lurah Palbapang dan masyarakat setempat.

Dalam Festival ini diputar bioskop yang menampilkan kompilasi antara era kolonial Belanda dengan zaman saat ini.

Ada juga musik gejog lesung yang dimainkan oleh ibu-ibu masyarakat desa wisata Ngringinan dan pentas Fashion Show dengan tema kolonial.

Istimewanya, dalam serangkaian festival Bantul Masa Belanda ini dipusatkan di sebuah rumah tua bercorak rumah Belanda.

Memasuki halaman rumah tua dalam serangkaian Festival ini, ada juga stand-stand yang menampilkan aneka macam produk-produk kerajinan masyarakat.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Hadi Prabowo mengungkapkan, salah satu faktor utama Kabupatan Bantul bisa bergerak maju adalah sektor pariwisata.

Untuk itu pihaknya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh segenap elemen mahasiswa dalam upaya pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Ngringinan.

Ia berharap di Desa Wisata Ngringinan bisa menjadi embrio potensi desa wisata unggulan melalui kerja tangan-tangan para kreator.

Suksesnya desa wisata, menurut Kwintarto, tidak akan lepas dari sentuhan tangan seorang kreator. Kreator berperan sangat penting dalam kemajuan wisata.

"Sesuatu yang tidak memiliki nilai apa-apa, tapi semua itu bisa disulap, bisa menjadi bagus ketika ada kreator," ungkapnya.

Ia mencontohkan, kampung Mataraman di Panggungharjo yang awalnya hanya sawah, namun di tangan kreator, yang awalnya hanya sawah bisa menjadi tempat pertemuan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved