Bisnis

HSBC dan Sampoerna University Dorong Literasi Keuangan di Yogyakarta

Semiloka bertajuk Memperkuat Sinergi tripartit Pendidikan Tinggi untuk Pembangunan diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 2-4 Mei 2018.

HSBC dan Sampoerna University Dorong Literasi Keuangan di Yogyakarta
istimewa
HSBC Indonesia dan Sampoerna University Dorong Literasi Keuangan di Yogyakarta Edukasi Dosen dan Mahasiswa dengan semiloka bertajuk “Memperkuat Sinergi tripartit Pendidikan Tinggi untuk Pembangunan” diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 2-4 Mei 2018. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank HSBC Indonesia dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui Sampoerna University (SU) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat edukasi dan literasi keuangan, khususnya di daerah Yogyakarta dan sekitarnya.

Seminar dan lokakarya (semiloka) yang bertajuk “Memperkuat Sinergi tripartit Pendidikan Tinggi untuk Pembangunan” diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 2-4 Mei 2018.

 “Lewat edukasi ini, kami berharap sivitas akademika mampu mengakselerasi wawasan dan pengetahuannya, sehingga mampu berkontribusi lebih signifikan dalam menjawab tantangan-tantangan edukasi dan literasi keuangan di daerahnya masing-masing. Apalagi di DI Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota pelajar dan salah satu pusat pendidikan Indonesia,” Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia Nuni Sutyoko.

Ia juga menambahkan bahwa hal ini merupakan cerminan komitmen HSBC untuk senantiasa mendorong bisnis yang berkesinambungan dengan membangun masyarakat dari segi sosial, lingkungan, dan ekonomi di manapun HSBC berada.

“Semoga inisiatif ini dapat menciptakan efek domino terhadap orang banyak, yang pada akhirnya dapat membantu pemberdayaan masyarakat selain juga berkontribusi pada percepatan ekonomi,” jelas Nuni.

Wahyoe Soedarmono selaku Project Manager Program Kerjasama HSBC-PSF sekaligus ekonom dari Sampoerna University memaparkan bahwa kerjasama strategis antara HSBC, Putera Sampoerna Foundation dan Sampoerna University mengusung nilai tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga dapat mendukung penguatan edukasi dan literasi keuangan secara menyeluruh.

Dalam semiloka ini, CEO Sampoerna University American College Lauren E Clarke hadir sebagai dosen tamu untuk memberikan paparan kepada mahasiswa mengenai pengetahuan terkait isu di bidang keuangan nasional dan global.

“Semoga ini dapat menginspirasi para anak muda Yogyakarta agar lebih giat lagi untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan internasionalnya, sehingga siap menghadapi dan menyesuaikan diri dengan tantangan dunia global,” tambah Wahyoe.

Berdasarkan survei OJK di 2016, indeks literasi dan inklusi keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta masing-masing adalah 38,55% dan 76,73%, lebih tinggi daripada indeks nasional yang berada di angka 29.66% dan 67.82%.

Namun, Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Daerah Istimewa Yogyakarta, Asteria Diantika menjelaskan bahwa masih diperlukan dukungan dari pelaku industri dan pihak-pihak lainnya, agar masyarakat Yogyakarta mampu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan industri keuangan saat ini.

“Sektor jasa keuangan di Indonesia tumbuh dengan pesat. Beragam produk dan layanan keuangan berbeda ditawarkan kepada masyarakat. Saya berharap melalui semiloka ini, masyarakat, khususnya anak-anak muda
Yogyakarta dapat memahami lebih jauh relevansi pemahaman dan inklusi keuangan terhadap perencanaan masa depan mereka.” (tribunjogja.com)
 

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved