DIY

Artjog Hadirkan Terumbu Karang di Daratan

Menggandeng 54 seniman, Artjog kali ini mengusung tema Enlightenmen, Towards Various Futures.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Pengunjung Artjog berinteraksi dengan karya seni yang dipamerkan di perhelatan akbar seni tahunan ini, Jumat (4/5/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hajatan besar pameran seni kontemporer yang sudah menjadi ikon Yogyakarta kembali digelar tahun ini.

Artjog tahun ini digelar di Jogja National Museum (JNM) mulai 4 Mei hingga 4 Juni 2018.

Artjog kali ini mengusung tema Enlightenmen, Towards Various Futures.

Sebanyak 54 seniman terlibat dalam Artjog.

Satu di antaranya Franziska Fennert, seniman asal Jerman yang sempat juga berproses di kota Gudeg.

Franziska adalah salah satu seniman yang lolos dalam Artjog tahun ini.

Ia masuk dalam seniman aplikasi, yang harus bersaing dengan ribuan seniman lain yang ingin menampilkan karyanya di Artjog.

Social Synthesis adalah judul karya Franziska. Karya menggunakan mix media, mulai dari wood, plexiglass, steel ,cast resin, led light, adaptor, multi board, ink, and paint, 4 panels, dan lainnya dengan ukuran 28x36x3 cm.

Ditemui di sela pembukaan pameran, Franziska menuturkan, melalui karya ini, ia hendak merespon wujud kesatuan yang terdiri dari ragam yang ia visualkan sebagai tubuh manusia.

"Warna kulit bermacam macam. Di satu sisi di balik kulit tersebut terdapat beberapa tubuh menjadi satu kesatuan. Karya ini adalah wujud aku memahami bagaimana lingkungan sosial itu bekerja, ras , agama suku bangsa dan pemikiran yang berbeda merupakan faktor yang menyusun bentuk masyarakat itu sendiri," ujarnya, Jumat (4/5/2018). (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved