DIY
Akram, Drummer Cilik Sarat Prestasi
Akram menyabet gelar drummer terbaik pada gelaran Indonesian Drum and Percusion Festival 2018 yang diadakan di Jakarta.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Musik bisa menjadi media anak untuk belajar berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Melalui musik, anak juga bisa melatih kepercayaan diri untuk tampil di depan khalayak, bahkan bila ditekuni secara serius, dengan landasan suka dan cinta dengan musik, anak juga bisa mendulang prestasi.
Akram Rosyid, bocah yang baru duduk di bangku kelas 3 SD N Lempuyang Wangi ini baru baru ini menyabet gelar drummer terbaik pada gelaran Indonesian Drum and Percusion Festival 2018 yang diadakan di Jakarta.
Akram begitu ia akrab disapa dinobatkan menjadi drummer terbaik di kategori usia 12 tahun ke bawah.
Tak hanya itu saja, sederet prestasi dibukukan oleh bocah kelahiran Yogyakarta, 11 Maret 2008 ini.
Di antaranya, Juara 1 Jepara Drum Competition, Juara 3 Yamaha Aerox 155 drum kids Competition, Juara 1 Daihatsu all new terrios drum kids Competition, Juara 2 smex pac d Competition kategori bebas di Surabaya dan Juara 1 Sragen Drum Festival.
Di temui di tempat ia menimba ilmu hingga menjadi seorang drummer cilik yang sarat prestasi yakni di Gilang Ramadhan School Drum, Akram bercerita, sejak kelas 1 SD, ia mulai kursus drum di sekolah yang didirikan drummer kondang, Gilang Ramadhan ini.
Melihat orang memainkan drum, Akram merasa tertarik. Oleh orang tuanya, sejak umur 3 tahun sudah dibelikan drum mainan.
Akram pun semakin tertarik dengan permainan drum hingga diikutkan kursus.
Sejak kursus, Akram mendapatkan materi dasar bermain drum, hingga tahap tertentu ia mulai memainkan lagu dan komposisi musik.
Setelah merasa kemampuannya cukup, ia mulai mengikuti satu kompetisi ke kompetisi lainnya.
Hasil manis dari latihan serius pun mulai dituai.
Akram menjuarai beberapa kompetisi drum yang diikutinya. Sehari hari, Akram rutin berlatih di rumah.
Minimal ia berlatih sehari dua jam, setelah pulang sekolah. Bila hari libur, ia bisa latihan 3 kali sehari masing masing 2 jam.
"Awalnya latihan pakai lagu lagu grunge dan rock. Sekarang lagi mendalami jazz dan Fusion. Kalau drumer idola saat ini aku suka Ray Prasetya, di jago fusion," kata Akram. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/fano-kiri-dan-akram-kanan-drummer-cilik_20180502_203201.jpg)