Regional

Sebarkan Berita Hoax Bisa Dipenjara Selama Enam Tahun dan Denda Rp1 Miliar

Hal tersebut dilakukan guna memberi efek jera kepada penyebar berita hoax yang ada di media sosial.

Sebarkan Berita Hoax Bisa Dipenjara Selama Enam Tahun dan Denda Rp1 Miliar
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Merebaknya berita hoax di media sosial membuat pihak kepolisian bertindak tegas.

Seperti yang dilakukan oleh Polres Pekalongan.

Pihak Polres Pekalongan tidak segan untuk menindak para penyebar informasi hoax dengan ancaman Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hal tersebut dilakukan guna memberi efek jera kepada penyebar berita hoax yang ada di media sosial.

"Menyebarkan berita bohong itu ada undang-undang ITE. Baik mengunggah, termasuk yang membagikan berita bohong bisa dikenakan pidana," tegas Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, Senin (30/4/2018)

AKBP Wawan menghimbau masyarakat yang suka mengirimkan kabar bohong atau mendistribusikan bisa dikenakan pidana penjara enam tahun dan denda Rp1 miliar.

“Pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-undang Informasi dan ITE, Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar," paparnya.

Pihaknya menambahkan setiap orang harus berhati-hati dalam menyebarkan pesan berantai lewat perangkat elektronik.

"Setelah laporan diproses oleh pihak kepolisian, baru kemudian polisi bisa melakukan penyidikan dengan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan segenap operator telekomunikasi, untuk menangkap pelaku penyebar berita hoax," timpalnya.(*/tribunjateng)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved