Breaking News:

Feature

Kisah Sainah, Jadi Buruh Cetak Bata Hingga Kini Sukses Jadi Pedagang Beromzet Rp10 Juta Per Hari

Sebelum terjun dalam dunia bisnis bakso tusuk, ia mengaku pernah malang melintang mencoba berbagai macam pekerjaan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Sainah (kerudung oranye-coklat) tengah mengolah bakso tusuk di warung miliknya di Padukuhan Miri, Sriharjo, Imogiri, Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jalan hidup setiap manusia memang tak ada yang bisa menerka. Semuanya berjalan sesuai titian takdir dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Begitu juga yang dialami Sainah (51), pengusaha bakso tusuk asal Padukuhan Miri, Sriharjo, Imogiri, Bantul.

Ia sudah bisa sedikit bernafas lega, karena bisnis yang ia rintis sejak 2009 silam, kini telah maju pesat hingga beromzet Rp10 Juta setiap harinya.

Namun siapa sangka, di balik nikmat sukses yang diraih oleh Sainah saat ini, wanita paruh baya menyimpan banyak cerita duka di masa lalu.

Ketika disinggahi di kediamannya, Senin (30/4/2018), kepada Tribunjogja.com, perempuan berusia 51 tahun ini tak segan berbagi cerita.

Sebelum terjun dalam dunia bisnis bakso tusuk, ia mengaku pernah malang melintang mencoba berbagai macam pekerjaan.

"Tahun 1999 saya pernah jadi tukang cetak batu bata. Pekerjaan ini saya tekuni selama hampir empat tahun," ujar Sainah, mengawali cerita.

Meski perempuan, pekerjaan kasar ini dijalaninya tanpa rasa minder. Yang terpenting baginya, dapur rumahnya terus mengepul dan keluarganya bisa makan.

Hal itu dirasanya lebih dari cukup.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved