Breaking News:

Kota Yogyakarta

Dishub Kota Yogyakarta akan Siapkan Tempat Menunggu untuk Becak Kayuh dan Andong

Ia berharap kelak operator becak dan andong bisa bekerjasama supaya semua andong dan becak bisa masuk Malioboro.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Minimnya tempat parkir memaksa kusir memarkirkan andongnya di pinggir jalan Malioboro, Kamis (26/4/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Golkari Made Yulianto mengatakan, pihaknya akan menyiapkan tempat becak kayuh dan andong untuk menunggu.

"Besok dibangun sisi barat. Kan disana ada celukan-celukan itu. Di sana nanti tempat andong dan becak kayuh menunggu penumpang. Nanti sekitar 59 becak kayuh dan 27 untuk andong," kata Yulianto, Senin (30/4/2018).

Ia mengungkapkan tidak semua becak dan andong bisa menunggu di kawasan Malioboro.

Menurutnya jumlahnya terlalu banyak.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya merencanakan pembangunan shelter khusus becak dan dan andong.

Baca: Ibu-ibu Berkebaya Ikuti Lomba Kayuh Becak di Alun-alun Kidul Solo

"Jumlahnya kan memang sangat banyak ya, makanya kita pikirkan shelter khusus untuk andong dan becak menunggu. Untuk becak nanti di eks tugu KB, yang andong nanti bisa di Jl Perwakilan, nanti untuk itu kami diskusikan lagi," ungkapnya.

Hal tersebut, lanjutnya, disiapkan dalam upaya membangun Malioboro menjadi semi pedestrian.

Kelak hanya angkutan umum dan kendaraan darurat saja yang boleh melintas.

"Ke depan kan Malioboro jadi semi pedestrian, jadi cuma angkutan umum sama kendaraan darurat seperti ambulans saja yang boleh masuk kawasan itu," lanjutnya.

Baca: Kusir Andong Keluhkan Kesulitan Parkir di Malioboro

Ia berharap kelak operator becak dan andong bisa bekerjasama supaya semua andong dan becak bisa masuk Malioboro.

"Ya perlu kerjasama, nanti diatur gimana operator, supaya nanti becak dan andong bisa gantian masuk Malioboro. Becak kayuh dan andong tentu masih kita pertahankan," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved