Bisnis

BI Dukung Perkembangan Pesantren Majukan Ekonomi Syariah

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY kembali memberikan dukungan pada potensi ekonomi syariah

BI Dukung Perkembangan Pesantren Majukan Ekonomi Syariah
IST
Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Budi Hanoto menyerahkan penghargaan kepada peserta seminar 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY kembali memberikan dukungan pada potensi ekonomi syariah dengan mengadakan seminar ekonomi Syariah.

Hal ini dilakukan sebagai rangkaian dari Road to Festival Ekonomi Syari’ah (FESYAR) yang diselenggarakan KPwBI DIY untuk mendukung pelaksanaan FESYAR tingkat Regional yang akan diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, tanggal 2-4 Mei 2018, Senin (30/4/18).

Dalam seminar ini, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budi Hanoto menuturkan, dalam rangka mendukung dan mendorong pengembangan ekonomi syariah, Bank Indonesia telah menetapkan program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren sebagai Program Strategis (PS) di Bank Indonesia.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, sebagai perwakilan Bank Indonesia yang berada di daerah telah melaksanakan Program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren melalui pendampingan kepada Ponpes yang ada di DIY sejak tahun 2015 sampai dengan saat ini.

Baca: Menko PMK Ingin Para Santri di Pondok Pesantren Bisa Mengikuti Pendidikan Umum

Di antara program yang sudah dijalankan yakni pendampingan kepada Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Sleman pada tahun 2015, dengan program kegiatan dalam bentuk Coaching Santripreneur, Implementasi sistem pembayaran non tunai di lingkungan ponpes, serta bantuan pembangunan sarana dan prasarana pengolahan biogas memanfaatkan limbah ponpes.

Selanjutnya ada pendampingan kepada Ponpes Al-Munawwir, Ali Maksum, Nurul Ummah, Mualimin dan Muhammadiyah Boarding School (MBS) pada tahun 2016, dengan program kegiatan dalam bentuk pendampingan manajemen dan bimbingan teknis penguatan kelembagaan Ponpes, pengenalan sistem Teknologi Informasi, capacity building dan motivasi melalui studi banding, serta implementasi layanan non tunai.

"Melalui seminar ini kami berupaya bisa mengoptimalisasi pemanfaatan dana ZISWAF yang tepat sasaran dan produktif di lingkungan pesantren. Selai itu, pesantren bisa melakukan memetakan tantangan yang dihadapi pesantren dalam mengimplementasikan konsep kemandirian ekonomi pesantren," terang Budi.

Baca: Maybank dan Asphurindo Berikan Solusi Perbankan Syariah bagi Travel Haji dan Umroh

Lanjut Budi, melalui seminar ini, BI berharap ke depan bisa memaksimalkan potensi kerjasama sinergis antara pondok pesantren dengan lembaga amil zakat untuk memperkuat daya saing pesantren dan santri menghadapi persaingan global.

Pesantren juga diharapkan bisa mendapatkan formulasi strategis model bisnis kemandirian ekonomi pesantren di tengah arus teknologi informasi dan pergeseran budaya.

"Pesantren memiliki peran sentral dalam pembangunan nasional sebagai bagian dari sub sistem pendidikan maupun dalam pembangunan sosio cultural. Berdasarkan data Dirjen Pendidikan Islam Kemenag tahun 2016, terdapat 28.961 pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah santri mencapai 4.028.660 orang. Kondisi ini memiliki potensi besar untuk mendukung majunya ekonomi syariah," ujar Budi.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: yud
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved