Ekonomi

DAI Jalin Kerjasama Dengan APHI, Optimis Tingkatkan Ekspor Minyak Atsiri ke Pasar Dunia

DAI jalin kerjasama dengan APHI, optimis tingkatkan ekspor minyak atsiri ke pasar dunia.

DAI Jalin Kerjasama Dengan APHI, Optimis Tingkatkan Ekspor Minyak Atsiri ke Pasar Dunia
Tribun Jogja/ Wahyu setiawan Nugroho
Dewan Atsiri Indonesia dan Asosiasi Aroma dari berbagai negara seperti China, India, Myanmar, Taiwan dan Jepang berpegangan tangan seusai pers conference Asian Aromatherapy Conference dan Asian Aroma Ingredients Congres and Expo di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Senin (23/4/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Dewan Atsiri Indonesia (DAI) baru saja menandatangani nota kesepahaman bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) perihal pemanfaatan areal konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk tanaman atsiri dengan pendekatan Agroforesty, Senin (23/4/2018) di Yogyakarta.

Melalui kerjasama ini DAI optimis mampu meningkatkan nilai ekspor minyak atsiri Indonesia ke pasar dunia.

"Dukungan dan insentif kebijakan dari pemerintah sangat diperlukan, mengingat usaha minyak atsiri melibatkan kewirausahaan masyarakat skala kecil - menengah," ujar Robertus Robby J Gunawan, Ketua DAI.

Tentunya, DAI menyambut positif kerjasama yang terjalin ini.

Robby pun menjelaskan ada beberapa jenis tanaman penghasil atsiri yang biasa ditemui di kawasan hutan, di antaranya kayu putih, kenanga, ylang-ylang, masoi, gaharu, nilam dan serai wangi.

"Dari jenis-jenis tersebut yang saat ini tengah menjadi tren dan bisa menjadi cash crop untuk diintegrasikan dengan tanaman hutan adalah serai wangi (cymbopogon nardul L)," lanjutnya.

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak atsiri serai wangi atau java citronella oil yang cukup besar di dunia.

Indonesia menempati urutan ketiga kalinya sebagai produsen terbesar setelah China dan Taiwan.

Dibuktikan dengan kebutuhan dunia yang mencapai 2000-2500 ton per tahun kebutuhan minyak serai wangi dan Indonesia baru mampu menyuplai sekira 450-650 ton per tahun.

Kandungan serai wangi pun banyak digunakan sebagai campuran bahan baku industri sabun, kosmetik, parfum, pasta gigi dan obat-obatan.

Dengan mengandung sekitar 35-45 jenis senyawa, 85-90 persen geraniol, 11-15 persen sitronelal, geraniol asetat 3-8 persen, sitronelal asetat 2-4 persen dan sedikit kandungan seskuiterpen dan senyawa lainnya.

"Minyak serai wangi juga digunakan sebagai pestisida nabati seperti fungisida, bakterisida, insektisida dan nematisida bahkan saat ini sudah dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai bioadditive untuk bahan bakar berbasis minyak dan bahan bakar nabati," pungkas Robby. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved