DIY
Mocosik Festival 2018: Beli Tiket Konser, Bisa Ditukar Buku
"Bahwa literasi adalah penting, untuk membangun peradaban di mana kita hidup sehari-hari,"
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebuah event bertaraf nasional, Mocosik Festival 2018, kembali diselenggarakan selama tiga hari, pada 20-22 April, di Jogja Expo Center, Bantul.
Agenda tahunan itu, dirancang mempertemukan dua kultur berbeda, yakni buku dan musik.
Pada gelaran tahun ini, Mocosik Festival 2018 mengusung tagline besar 'Merayakan Buku dan Musik.'
Selain itu, agenda tahun ini, didukung penuh oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai sponsor utama, dalam rangka mendorong industri kreatif di Indonesia.
Corporate Secretary Bank BRI, Bambang Tribaroto, mengatakan bahwa dukungan pihaknya terhadap Mocosik Festival 2018, merupakan langkah nyata dalam mendukung perkembangan buku dan musik, yang notabene merupakan salah satu tulang punggung industri kreatif.
"Presiden Jokowi menyampaikan, industri kreatif merupakan masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia, karena memilki potensi yang sangat besar. Melalui event semacam ini, BRI memberi kesempatan pada para pelaku industri kreatif untuk berkembang," katanya.
Baca: Pure Saturday dan Melancholic Bitch Tampil di Hari Pertama Gelaran Mocosik di JEC
Founder Mocosik Festival, Anas Syahrul Alimi, menuturkan bahwa di atas panggung Mocosik, baik buku, maupun musik, adalah sebuah percakapan kreatif.
Panggung buku, terangnya, mewujud dalam obrolan dan bazar, sementara musik adalah dialog dalam bunyi dan lirik.
"Ratusan penerbit dan pegiat buku diundang dalam bazar dan percakapan literasi di panggung. Sedangkan di panggung musik, hadir musisi-musisi papan atas, baik grup, maupun solo. Kami merangkul dua dunia dengan pelakunya masing-masing," tuturnya.
Anas memastikan, pihaknya memberi panggung yang sama besar untuk buku dan musik, dalam Mocosik Festival 2018. Ia pun berharap, melalui agenda tersebut, penggerak budaya pop seperti musik, bisa saling bertemu, untuk mewujudkan satu arus kesadaran literasi.
"Bahwa literasi adalah penting, untuk membangun peradaban di mana kita hidup sehari-hari," cetusnya.
Baca: Agenda Jogja: Mocosik Festival, Sebuah Perayaan Buku dan Musik
Sementara itu, Project Director Mocosik Festival, Bakkar Wibowo, menjelaskan bahwa semua lapak buku yang tersedia, digratiskan, atau diberikan secara cuma-cuma kepada sedikitnya 100 penerbit terseleksi, bersama ribuan judul buku yang ditampilkan.
"Silakan, pilih yang anda suka, dengan menukarkan tiket dengan buku. Jadi, beli tiket nonton konser musik, dapat buku. Kalau bukunya mau disumbangkan, ya bisa saja, kita menyediakan tempat untuk menerima sumbangan buku," jelasnya.
Dalam Mocosik Festival 2018, puluhan musisi kenamaan tanah air siap menghibur para hadirin selama tiga hari berturut-turut.
Sebut saja, Kahitna, Letto, Pure Saturday, Tulus, Tompi, Ten2Five, Frau, Melancholic Bitch, Neonomora, Glen Friedly, hingga Slank. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-diskusi-literasi-dalam-agenda-mocosik-festival-2018_20180420_193114.jpg)