Bisnis

Dewan APRDI Gelar Pertemuan Akbar Industri Pengelolaan Investasi

Ketua Dewan APRDI, Prihatmo Hari Mulyanto mengatakan bahwa industri reksa dana dan produk investasi di Indonesia saat ini telah semakin besar.

Dewan APRDI Gelar Pertemuan Akbar Industri Pengelolaan Investasi
IST
Ketua Dewan APRDI, Prihatmo Hari Mulyanto (kedua dari kiri) beserta para anggota Presidium APRDI saat memberikan keterangan pers di Alana Hotel, Jumat (20/4/2018) 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) menyelenggarakan pertemuan akbar dengan tema "Menggalang Kekuatan Bersama dalam Mempercepat Pertumbuhan Industri Pengelolaan Investasi yang Sehat dan Efisien."

Kegiatan yang akan membahas langkah-langkah strategis dalam mempercepat pertumbuhan industri secara sehat dan efisien ini dilaksanakan di The Alana Hotel, 20-21 April 2018.

Dalam keterangannya saat konferensi pers, Jumat (20/4/2018) Ketua Dewan APRDI, Prihatmo Hari Mulyanto mengatakan bahwa industri reksa dana dan produk investasi di Indonesia saat ini telah semakin besar.

Per akhir Februari 2018 dana masyarakat yang dikelola para pelaku telah mencapai lebih dari Rp 728,7 triliun, yang terbagi dalam 2.305 pilihan reksa dana dan produk investasi lainnya.

Baca: Minat Berinvestasi Reksa Dana? Yuk, Kunjungi Acara Ini

Namun demikian lanjutnya, apabila dibandingkan dengan dana kelola industri sejenis dari negara-negara ASEAN serta rasio nya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), angka tersebut masih tergolong rendah.

Sementara dengan jumlah penduduk yang besar serta pendapatan perkapita yang terus meningkat, hal ini menjadi peluang yang besar untuk meningkatkan pertumbuhan industri.

"Maka dari itu lewat kesempatan ini kami ingin memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Karena dengan masih rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap produk ini, kami merasa perlu untuk berupaya maksimal bersama pelaku industri, OJK, maupun SRO agar bersama-sama memperbesar industri ini," jelasnya.

Sementara itu Edward Lubis, anggota Presidium APRDI sekaligus  Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) mengatakan dalam pertemuan ini pihaknya juga telah mengundang agen penjual yang berbasis online agar memberikan akses yang mudah bagi calon-calon investor yang berada di luar kota-kota besar di Indonesia.

Baca: Jangan Sampai Tertipu, OJK Resmi Rilis 18 Entitas Penawaran Investasi Ilegal, Ini Daftarnya

"Tujuan nya juga agar nanti para calon investor bisa masuk ke produk investasi tersebut melalui cabang-cabang anggota kami melalui website atau online," jelasnya

Edward juga berharap nantinya pemerintah bisa memberikan fasilitas infrastruktur pembayaran berbasis online yang akan mempercepat pertumbuhan investor, khususnya di bidang retail.

Turut pula hadir dalam acara ini pelaku-pelaku dari asosiasi terkait yaitu Dian Fitri dari Asosiasi Bank Agen Penjual Efek Reksa Dana (ABAPERDI), serta Asri Natanegri dari Asosiasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI). (tibunjogja.com)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved