DIY

Dinsos DIY Bantah Perlakukan Warga Binaan Tidak Manusiawi

Rumah perlindungan sosial kondisinya jelas sangat berbeda dengan penjara, lantaran warga binaan diberi akses untuk keluar dan masuk.

Dinsos DIY Bantah Perlakukan Warga Binaan Tidak Manusiawi
ist
Logo Pemda DIY 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pernyataan Forkomaba (Forum Komunikasi Masyarakat Arus Bawah) terkait perlakuan tidak manusiawi yang diterima para gelandangan dan pengemis (gepeng) di camp assesment, dibantah oleh Dinas Sosial (Dinsos) DIY.

Kepala Dinsos DIY, Untung Sukaryadi, mengatakan bahwa pihaknya selalu memperlakukan warga binaan dengan sebaik mungkin.

Karena itu, ia menampik tudingan, mengenai perilaku petugas rumah perlindungan sosial, yang memberi makanan dengan cara dilempar.

"Hal semacam itu tidak mungkin dilakukan. Bahkan, menurut petugas, ada seorang warga binaan yang sengaja agar tempat yang diberikan jatuh dan mengotori ruangan," katanya, Kamis (19/4/2018).

"Soal pemberian makanan lewat jendela, itu dilakukan kalau warga binaan masih baru saja diterimakan dari Satpol PP, sehingga belum terkondisi dan bisa membahayakan bagi petugas," tambah Untung.

Ia menjelaskan, rumah perlindungan sosial kondisinya jelas sangat berbeda dengan penjara, lantaran warga binaan diberi akses, atau keleluasaan, untuk keluar dan masuk.

Bahkan, pada saat tertentu, warga binaan juga beraktivitas di luar ruangan.

"Namun, selama tiga hari setelah diserahkan Satpol PP, warga binaan memang masuk ruang penerimaan dulu, untuk mengkondisikan, agar bisa mengikuti bimbingan rehabilitasi awal dengan baik," jelasnya.

Untung juga menampik kalau kondisi rumah perlindungan sosial dikatakan miris.

Pasalnya, hampir semua tempat tidur di camp assesment di Mergangsan, Kota Yogyakarta, sudah menggunakan spring bed.

Sedangkan yang di Sewon, Bantul, memakai kasur busa.

"Mungkin yang membuat mereka merasa miris itu karena tidak terbiasa hidup dengan aturan. Hidup di camp tentu berbeda dengan di jalananan. Jadi, kalau tidak mau miris, ya jangan ngemis," tegasnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved