Ekonomi

Cegah Pelanggaran, UPT Metrologi Lakukan Pengawasan Tertib Ukur di Pasar Bantul

Cegah pelanggaran, UPT Metrologi lakukan pengawasan tertib ukur di Pasar Bantul

Cegah Pelanggaran, UPT Metrologi Lakukan Pengawasan Tertib Ukur di Pasar Bantul
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Petugas UPT Metrologi Dinas Perdagangan Bantul bersama instansi terkait tengah melakukan tera ulang timbangan pedagang di Pasar Tradisional Bantul, Rabu (18/4/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Dinas Perdagangan melakukan pengawasan tertib ukur di pasar Bantul, Rabu (18/4/2018) siang.

Pengawas tertib ukur dilakukan dengan menggandeng sejumlah instansi terkait, di antaranya Satpol PP, Kepolisian dan Kodim Bantul.

Mereka secara bersama-sama, mengecek dan memeriksa secara seksama, satu persatu timbangan para pedagang yang ada di dalam pasar.

Kepala UPT Metrologi Bantul, Henry Hartanti, mengatakan, dilakukannya pengawasan tertib ukur untuk menjaga dan memastikan alat ukur di pasar sesuai standar yang baku.

"Tertib ukur ini untuk melindungi kepentingan konsumen maupun produsen dalam transaksi barang," ujar Henry, ketika ditemui disela-sela pemeriksaan alat ukur.

Ia menjelaskan, dampak yang bisa ditimbulkan ketika alat ukur tidak sesuai standar baku maka bisa saja akan ada kerugian bagi kedua belah pihak.

Kerugian bisa menimpa konsumen maupun pada si penjual.

"Misalkan kita mau menimbang barang satu kilo. Karena alat ukurnya tidak sesuai maka barang yang ditimbang satu kilo itu, bisa kurang bisa lebih," jelas dia.

Untuk memastikan semua timbangan sesuai standar baku yang ditentukan, maka ia bersama instansi terkait melakukan pengawasan terpadu dengan mendatangi sejumlah pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bantul.

"Kita lakukan sampel, di Pasar Imogiri, Pasar Jejeran dan Pasar Bantul ini," terang dia.

Ditambahkan, Asisten penera UPT Metrologi, Bakhtiar Chandra Permana, mengatakan tera ulang bagi alat ukur seharusnya dilakukan oleh pedagang setahun sekali.

Sehingga alat ukur sesuai standar baku yang telah ditetapkan.

"Hari ini kami sosialisasikan. Bagi alat ukur yang tidak standar, maka kami sarankan untuk segara memperbaikinya dengan ditera," jelas dia. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved