Internasional

Peneliti Jepang Temukan Mineral Langka yang Dapat Penuhi Kebutuhan Industri Selama 780 Tahun

Mineral tersebut diyakini dapat memasok kebutuhan industri Jepang sampai 780 tahun, sehingga tidak perlu impor.

Peneliti Jepang Temukan Mineral Langka yang Dapat Penuhi Kebutuhan Industri Selama 780 Tahun
SCMP
Lumpur dari dasar laut di Kepulauan Ogasawara, sekitar 2.000 km tenggara Tokyo, mengandung konsentrasi unsur tanah langka dan yttrium yang tinggi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah peneliti dari Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC) mengklaim telah menemukan mineral langka, yang akan mengamankan pasokan industri mereka.

Mineral tersebut diyakini dapat memasok kebutuhan industri Jepang sampai 780 tahun, sehingga tidak perlu impor.

Seperti TribunJogja.com kutip dari South China Morning Post (SCMP), jutaan ton mineral langka itu ditemukan di lepas pantai Jepang, sekitar 2.000 km tenggara Tokyo.

Mineral tersebut mengandung unsur tanah langka dan yttrium (REY).

"Lumpur kaya-REY ini memiliki potensi besar sebagai sumber daya logam tanah langka karena jumlah yang sangat besar yang tersedia dan fitur mineralogi yang menguntungkan," demikian tertulis dalam laporan para peneliti, yang diterbitkan dalam jurnal Inggris, Scientific Reports.

Bentangan laut yang mengandung jutaan ton mineral itu seluas 400 km.

Kandungan yttrium dapat memenuhi permintaan domestik 780 tahun, europium 620 tahun, terbium 420 tahun dan dysprosium 730 tahun.

Europium sangat penting dalam pengembangan fosfor dan keramik, serta bermanfaat di sektor pertahanan dan nuklir.

Terbium dan dysprosium juga penting dalam teknologi pertahanan, keramik dan magnet canggih.

Untuk dapat mengeksplorasi mineral yang masih tersimpan itu, sejumlah rintangan masih harus diatasi Jepang.

Salah satunya tantangan penambangan dasar laut di kedalaman 6.000 meter, di bagian yang sangat terpencil dari zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang. (*)

Penulis: say
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved