Lipsus Penataan Malioboro

Penataan PKL Malioboro yang Berujung Pro dan Kontra Diperkirakan Tidak Ada Lagi

Pasalnya, dia optimistis banyak orang memahami tentang tujuan dan manfaat dari penataan wajah Malioboro ini.

Penataan PKL Malioboro yang Berujung Pro dan Kontra Diperkirakan Tidak Ada Lagi
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Kawasan Malioboro Yogyakarta, Selasa (10/4/2018). 

Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu sembari proses penataan tetap berjalan.

Adapun untuk satu badan yang mengelola Malioboro, Heroe memandang wacana ini sebagai hal yang ideal.

Namun, untuk tingkat kota, pihak Pemkot akan mengembangkan manajemen yang berbeda-beda dalam menangani berbagai kawasan heritage ke depannya.

Selamatkan dari kekumuhan

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Budi Wibowo menegaskan, penataan Malioboro sangat perlu dilakukan agar menjadi ruang publik yang nyaman.

Selain itu, jika terus dibiarkan tanpa penataan, Malioboro akan menjadi kawasan yang kumuh.

Baca: Malioboro Merupakan Monumen Hidup Warisan Budaya

“Penataan ini tentunya untuk menciptakan Malioboro yang nyaman, ruang publik yang enak, berkonsep eco green dan tak ada polusi,” kata Budi Wibowo kepada Tribun Jogja, Kamis (5/4/2018).

Konsep itulah yang nantinya akan dipergunakan agar wajah Malioboro ke depan tidak semakin kumuh.

Tahapan penataan pun dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian dan juga pembenahan secara komprehensif. “Kalau semakin kumuh, kan tidak bisa dinikmati lagi,” imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: ais
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved