Lipsus Penataan Malioboro

Penataan PKL Malioboro yang Berujung Pro dan Kontra Diperkirakan Tidak Ada Lagi

Pasalnya, dia optimistis banyak orang memahami tentang tujuan dan manfaat dari penataan wajah Malioboro ini.

Penataan PKL Malioboro yang Berujung Pro dan Kontra Diperkirakan Tidak Ada Lagi
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Kawasan Malioboro Yogyakarta, Selasa (10/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi mengatakan, untuk penataan PKL yang kerap berujung pro dan kontra, kata dia, diperkirakan tidak akan terjadi lagi.

Pasalnya, dia optimistis banyak orang memahami tentang tujuan dan manfaat dari penataan wajah Malioboro ini.

Penataan ini adalah bagian menyambut wisatawan yang lebih banyak datang ke Yogyakarta.

Sehingga, memerlukan Malioboro yang nyaman dan tentunya memiliki multiplier effect pada berbagai sektor.

“Saya yakin masyarakat paham dan sudah menjadi pemahaman seluruh pelaku wisata. Mari bersama-sama menjadikan orang tidak lengkap kalau tidak ke Malioboro,” katanya, pekan lalu.

Baca: Industri Kreatif Masih Bermasalah di Perizinan

Adanya bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo pun diperkirakan akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta.

Diperkirakan, jumlah wisatawan akan mengalami peningkatan dua hingga tiga kali lipat.

“Maka, kalau tidak sadar menata diri akan kehilangan kesempatan,” paparnya.

Disinggung terkait dana Rp100 juta untuk pengembangan Malioboro dari Presiden Jokowi, Heroe mengaku wacana ini pernah ada.

Halaman
123
Penulis: ais
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved