Lipsus Penataan Malioboro

Manajemen Terpadu Masih Jadi Kendala Penataan Malioboro

Kendala yang masih dihadapi dan menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk penataan Malioboro adalah manajemen terpadu.

Manajemen Terpadu Masih Jadi Kendala Penataan Malioboro
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Kawasan Malioboro Yogyakarta, Selasa (10/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sementara ini, kendala yang masih dihadapi dan menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk penataan Malioboro adalah manajemen terpadu.

Kepala Seksi Penataan bangunan dan Permukiman bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Arief Azazie Zein menjelaskan, belum ada manajemen terpadu untuk mengelola Malioboro.

Padahal, perlu satu manajemen yang bisa mengelola ikon tersebut secara utuh.

“Perlu untuk membangun satu badan pengelolaan dan satu manajemen. Kalau sekarang, penataan belum bisa komprehensif karena hal ini,” ungkap Arief, Jumat (7/4/2018).

Baca: Malioboro Prioritaskan Pejalan Kaki dan Angkutan Tradisional

Sejauh ini, revitalisasi Malioboro sudah hampir menelan Rp 80 miliar.

Dana tersebut dipergunakan untuk revitalisasi tahap I yang mencapai Rp23,7 miliar di tahun 2016.

Untuk revitalisasi tahap II tahun 2017 menyerap anggaran Rp17 miliar, dan pada tahun 2018 ini menyerap anggaran Rp37,3 miliar.

Malioboro yang indah, bersih, dan nyaman adalah beberapa impian sejumlah wisatawan yang kebetulan tengah menikmati romansa keindahan malam kawasan pedestrian Malioboro.

Ryan Nur Tyasna, yang kebetulan sedang kongko di Malioboro menyatakan, kebersihan kawasan itu harus benar-benar dijaga.

Pasalnya, itu akan menjadi faktor penentu betahnya pelancong menghabiskan waktu di sana. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ais
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved