Lipsus Penataan Malioboro

Malioboro Merupakan Monumen Hidup Warisan Budaya

Untuk konsep semipedestrian, Heroe pun menyambut hal tersebut dengan positif.

IST
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi membayangkan Malioboro di masa depan sebagai monumen hidup bagi heritage atau warisan budaya.

Hal ini lantaran ada banyak unsur budaya di kawasan tersebut.

Menurut Heroe, kawasan Malioboro dan seputaran Jalan Margo Utomo perlu dikembalikan seperti awal mulanya.

Yakni, ada papan nama karakter asli yang sudah banyak dicopot.

Karakter asli ini meliputi budaya Chinese (Tionghoa), Jawa, dan kolonial.

“Harapannya, Malioboro jadi monumen hidup bagi heritage,” kata Heroe kepada Tribun Jogja, pekan lalu.

Baca: Manajemen Terpadu Masih Jadi Kendala Penataan Malioboro

Pembangunan kawasan heritage pun akan dilaksanakan di beberapa wilayah seperti Kotabaru, Jalan Solo, Kotagede, dan kawasan lainnya.

Heroe pun mengaku sangat tertarik dengan rekomendasi penggantian vegetasi di Malioboro seperti gayam dan asem.

Hanya saja, penggantian vegetasi ini perlu mempertimbangkan beberapa aspek.

Halaman
12
Penulis: sis
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved