Kota Yogyakarta

Industri Kreatif Masih Bermasalah di Perizinan

Permasalahan sektor ekonomi kreatif rata-rata berasal dari perizinannya.

Industri Kreatif Masih Bermasalah di Perizinan
BRAMASTO ADHY
Ilustrasi: Kerajinan hasil karya UMKM Yogyakarta

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Legalitas usaha industri kreatif dianggap masih menjadi masalah klise.

Hal tersebut yang terucap dari Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto saat mengisi acara Diskusi Publik dan Diseminasi Survei Industri Kreatif di Grha Pandawa Balaikota, Rabu (11/4/2018).

Ia menjelaskan bahwa permasalahan sektor ekonomi kreatif rata-rata berasal dari perizinannya.

Di Kota Yogya sendiri, ia menyebutkan bahwa total terdapat sekitar 23.000 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang 18.000 di antaranya merupakan skala mikro.

"Kabupaten dan Kota hanya menangani izin mikro dan kecil, sementara usaha skala menengah di provinsi. Masyarakat nggak tahu, tahunya tetep kalau ngurus di kabupaten/ kota. Urusan izin sebenarnya sudah ada di Perwal 8/2016 yakni IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) bisa di diurus di Kecamatan," ungkapnya.

Baca: Dinas Koperasi dan UMKM Gunungkidul Gelar Pembinaan UMKM di Gua Rancang

Dewan Penasihat Indonesia Services Dialogue Council, Prof Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa pihaknya melakukan survei di lima provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Jawa Barat, Yogya, Jatim, dan Bali.

Dilihat dari hasil survei nasional, sebesar 96,6 persen UMKM tidak berbadan usaha dan hanya 1 persen yang berbentuk PT.

"Dari lima provinsi ini sektor utamanya adalah kuliner, fashion, dan kriya," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved