Perbankan

Cegah Skimming, Bank Indonesia Sarankan Hal Ini

Untuk menghindari kasus skimming, Bank Indonesia pun memberikan sejumlah saran bagi para nasabah.

Cegah Skimming, Bank Indonesia Sarankan Hal Ini
www.bankinfosecurity.com
Penggunaan uang kertas menurun, ATM diperkirakan akan punah setidaknya 10 tahun lagi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kasus pembobolan rekening yang muncul beberapa waktu yang lalu menimbulkan kekhawatiran bagi para nasabah.

Untuk menghindari hal tersebut, Bank Indonesia pun memberikan sejumlah saran bagi para nasabah.

Direktur Departemen Surveilans Sistem Keuangan Bank Indonesia Yustinus Budiatmaka mengatakan nasabah bisa memproteksi sendiri rekeningnya agar tidak menjadi sasaran sindikat pembobol.

Pertama, nasabah diminta mencari lokasi ATM yang aman untuk melakukan transaksi keuangan.

"Kalau bisa yang di dekat kantornya. Supervisinya mudah," ujar Yustinus dalam diskusi di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Selain itu, kata Yustinus, nasabah harus memastikan di sekitar ATM tersebut ada CCTV yang berfungsi baik.

Sebelum bertransaksi, pastikan mesin ATM tidak tergores.

"Kalau ada cacat, takutnya sudah dipasang cardreader. Mending tidak usah transaksi dulu," kata Yustinus.

Kemudian, cara lama yang selalu diingatkan pihak perbankan yakni menutup tombol angka saat memasukkan pin.

Setelah itu, kata Yustinus, bukti transaksi jangan dibuang sembarangan.

Kertas kecil itu sebaiknya dihancurkan untuk menghindari dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab.

Sebab, dalam satu struk tersebut berisi cukup informasi bagi pelaku untuk membobol rekening nasabah.

Nasabah juga diminta mengganti pin secara berkala dan merahasiakannya dari orang lain.

"Jangan berikan pin pada orang lain, even pada pacarmu sendiri," kata Yustinus. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Agar Rekening Tak Mudah Dibobol, Ikuti Langkah yang Disarankan BI Ini,"

Editor: has
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved