Krisis Parkiran, Dishub Kota Yogya Harapkan Alokasi Danais untuk Kawasan Wisata Mandiri

Minimnya lahan parkir di Kota Yogya memaksa masyarakat parkir di tepi jalan sehingga menimbulkan kemacetan.

Krisis Parkiran, Dishub Kota Yogya Harapkan Alokasi Danais untuk Kawasan Wisata Mandiri
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Kendaraan bermotor memenuhi ruas Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Jumat (26/1/2018). Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang tidak sejurus dengan pelebaran jalan di Yogyakarta menyebabkan sering terjadi kemacetan lalu lintas. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Wirawan Hario Yudho mengeluhkan minimnya lahan parkir di kota Yogyakarta.

Menurutnya, hal tersebut membuat masyarakat terpaksa parkir di tepi jalan, sehingga menimbulkan kemacetan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Ia mengatakan Yogyakarta butuh kawasan wisata mandiri.

Dalam kawasan tersebut, disediakan pula kantong parkir yang memadai, sambungnya.

"Yogyakarta butuh kawasan parkir mandiri, yang memiliki kantong parkir yang memadai. Misalnya Pasar Pathuk, ada tempat parkir sendiri, gudeg Wijilan juga. Kalau jadi kawasan parkir mandiri, ada tempat parkirnya, orang tidak bingung mau parkir dimana," kata Yudho saat menerima kunjungan dari Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta.

Yudho berharap Dana Keistimewaan DIY bisa mewujudkan kawasan wisata mandiri tersebut.

Menurutnya ketersediaan lahan parkir juga mendorong kawasan wisata.

"Ini kan mendorong kawasan wisata, harusnya Danais kan bisa membantu. Melalui kawasan wisata mandiri, kan masyarakat kecil bisa berdagang di sana. Yang punya toko ada tempat parkirnya, masyarakat nggak bingung. Jadi Danais tetap ada wujudnya, dan malah menghasilkan," jelasnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved