Banyak Orang Memilih Minum Teg atau Pil untuk Perangi Hipertensi

Dalam kesempatan tersebut, Spatz berkata orang cenderung memilih secangkir teh setiap hari atau pil daripada olahraga sebagai pengobatan alternatif

Banyak Orang Memilih Minum Teg atau Pil untuk Perangi Hipertensi
ist
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Faktor utama munculnya penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular, yakni salah satu penyakit yang diam-diam mematikan, atau silent killer karena tidak menimbulkan gejala adalah tekanan darah tinggi.

Jamak penelitian menyarankan berolahraga secara teratur untuk menghindari risiko mematikan.

Selain olahraga, The American Hearth Association menambahkan perubahan gaya hidup juga dapat membantu menekan risiko.

Mulai dari mengonsumsi makanan sehat, membatasi alkohol, mengelola stres, menjaga berat badan tetap sehat, dan berhenti merokok.

Terkait hal tersebut, Erica Spatz yang merupakan asisten profesor kedokteran kardiovaskular di Universitas Yale, New Haven, Connecticut, berminat mengetahui bagaimana orang bersikap untuk menangani risiko tekanan darah tinggi dengan memperhitungkan kenyamanan yang dirasakan.

Baca: Jarang Konsumsi Buah dan Sayur, Ribuan Warga Lendah Menderita Hipertensi dan Diabetes Melitus

Hasilnya dipresentasikan dalam pertemuan American Heart Association 2018 di Arlington, Virginia, sebuah pertukaran global premier dari kemajuan terbaru dalam kualitas perawatan dan hasil penelitian dalam penyakit kardiovaskular dan stroke bagi para peneliti, profesional kesehatan, dan pembuat kebijakan.

Dalam kesempatan tersebut, Spatz berkata orang cenderung memilih secangkir teh setiap hari atau pil daripada olahraga sebagai pengobatan alternatif untuk mengontrol tekanan darah tinggi.

Kesimpulan itu didapat setelah melakukan survei pada sekitar 1.500 warga AS yang sebagian besar perempuan, berusia di bawah 45 tahun, dan rata-rata memiliki riwayat tekanan darah tinggi.

Semua peserta diminta membayangkan memiliki tekanan darah tinggi kronis dan memilih satu dari empat opsi pengobatan yang dapat membantu menekan risiko dan menambah umur mulai dari satu bulan, satu tahun, atau lima tahun.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved