Media Online Perluas Jangkauan Pembaca Media Cetak

Keberadaan media digital, tidaklah menggusur media cetak akan tetapi, justru memperluas jangkauan pembaca media cetak.

Media Online Perluas Jangkauan Pembaca Media Cetak
twitter.com
Media online

Hellen Katherina, selaku Direktur Eksekutif dari Nielsen Media mengungkapkan bahwa pembaca media cetak berasal dari kalangan yang lebih affluent, hal tersebut berkaitan dengan tingginya frekuensi penggunaan internet dikalangan pembaca media cetak.

“Tingginya frekuensi penggunaan internet diantara pembaca media cetak yang mencapai 86%, yaitu di atas rata-rata yang sebesar 61% semakin memperkuat fakta bahwa pembaca media cetak berasal dari kalangan yang lebih affluent,” ungkapnya.

Hellen menambahkan, bahwa minat membaca tidaklah turun, akan tetapi hanya berganti platform, hal tersebut terbukti dengan jumlah pembaca versi digital, yang masih mencapai 6 juta orang dengan penetrasi 11%, sampai dengan kuartal ketiga 2017.

Tidak hanya itu, versi digital mampu menjangkau pembaca dari generasi Z, dengan rentang usia 10-19 tahun (17%).

Hal serupa juga diungkapkan oleh Dr. Muhamad Sulhan, selaku Staf Pengajar Departemen Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM, yang mengungkapkan bahwa pasar bergerak ke arah yang semakin muda.

Menjadi suatu keharusan agar media cetak bisa memperkuat diri dengan platform digital, yang mana generasi milenial ini dari lahir sudah bersentuhan langsung dengan media audio visual.

“Semakin hari, pembaca media cetak semakin tua, akhirnya yang muncul adalah generasi baru. Generasi baru ini sejak lahir sudah mengenal televisi. Jadi karena mereka lahir sudah bersentuhan dengan media audio visual, energi mereka untuk paham tulisan tercetak itu rendah,” ungkapnya.

Selain mengenal televisi, generasi milenial ini tentu juga mengenal yang namanya internet. Begitu internet menjadi bagian dari hidup mereka, semua akan pindah.

Dari awalnya radio yang berbentuk kotak besar, televisi yang tidak bisa dibawa kemana-mana, maupun koran dengan medium kertas, berpindah dalam medium yang dinamakan gadget. Dengan gadget yang terdapat internet itulah, media-media tersebut berelasi dan berpindah medium.

“Dengan demikian, media-media seperti koran, televisi, radio, mereka tidaklah mati namun hanya berpindah atau mengkolaborasikan dirinya dengan era digital. Mobilitas inilah yang banyak dicari orang saat ini,” terangnya.

Halaman
123
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved