Surip Hidup Dari Belas Kasih Orang Lain

Pihak pemerintah desa melalui dukuh pun mengupayakan bantuan untuk meringankan beban hidup Surip.

Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
IST
Surip (duduk) saat mendapat kunjungan dari Wabup Bantul, Abdul Halim Muslih di rumahnya Dusun Pelemadu, Sriharjo, Imogiri, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Nyaris tidak ada perabot rumah tangga berharga ketika masuk ke rumah Surip yang beralamat di Dusun Pelemadu, Sriharjo, Imogiri, Bantul.

Hanya ada kursi kayu yang dan ranjang kayu di bagian ruang tamu.

Itupun sudah dalam kondisi hampir lapuk, bukti bahwa sudah cukup lama dipakai.

Surip, dengan penuh keterbatasan sudah puluhan tahun hidup di rumah tersebut.

Surip tak pernah tahu kapan usia pasti dirinya.

Namun kerutan di wajah dan uban yang banyak di kepalanya sudah cukup menjelaskan berapa sebenarnya usianya.

Surip, menghitung usianya 60 tahun ke atas.

"Ada kalau 60 tahun, tapi mungkin saja lebih dari itu, saya tidak tahu pasti berapa," kata Surip.

Baca: Kasihan, Anjing Ini Mati di Pesawat setelah Dimasukkan di Tempat Penyimpanan Atas Kepala

Surip diketahui hidup bersama dua anggota keluarga dalam satu rumah berukuran sekitar 6x7 meter.

Pertama adalah Temu, adik perempuan yang juga sama-sama berusia senja.

Lalu Ramlan, putra semata wayang Surip.

Sayangnya, baik Surip, Temu maupun Ramlan ini kesemuanya tak punya pemasukan yang pasti.

Surip sebelumnya berprofesi sebagai penjual tempe di Pasar Imogiri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved