Setelah Puluhan Warga Sipil Ditembaki Tentara Israel, Kini Jurnalis Palestina Turut Jadi Korban

Menurut kementerian kesehatan Palestina, Yaser tewas karena tembakan di bagian perutnya.

www.aljazeera.com
Gelombang demonstrasi 'Land Day' sejak 30 Maret masih terus berlangsung. Total 31 warga Palestina meninggal karena ditembak tentara Israel. 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang wartawan Palestina tewas ditembak tentara Israel, saat sedang meliput demostrasi massa di perbatasan Gaza, Jumat (6/4/2018).

Yaser Murtaja (30) adalah seorang wartawan dari Ain Media Agency, yang berbasis di Gaza.

Menurut kementerian kesehatan Palestina, Yaser tewas karena tembakan di bagian perutnya.

Hosam Salem, seorang fotografer dan saksi mengatakan, Yaser yang memakai rompi bertuliskan 'press' berada di sampingnya.

"Yaser sedang merekam di sebelah saya, ketika kami mendengar suara tembakan, kata Hosam, dikutip Tribunjogja.com dari laman Al Jazeera, Sabtu (7/4/2018).

"Dia (Yaser) langsung jatuh ke tanah dan berkata, 'aku ditembak, aku ditembak,'" tambahnya.

Sayang nyawa Yaser tak tertolong, dan dia meninggal dunia saat bertugas.

Selain Yaser, ada juga jurnalis lain yang ditembak tentara Israel.

Jurnalis Khalil Abu Athira, terlihat kesakitan setelah terkena tembakan tentara Israel.

Para aliansi jurnalis yang bertugas di Palestina akan turut melepas jenazah Yaser pada 12 siang. waktu setempat, di Manara Square, Ramallah.

Para jurnalis di sana juga mendorong agar Perserikatan Bangsa-bangsa melindungi wartawan dan mengimplementasikan resolusi PBB 2222, dengan konsep yang konkret.

Selamat jalan Yaser Murtaja.

(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved