Rekahan Tanah Raksasa Merobek Kenya, Mungkinkah Benua Afrika Bakal Terbelah?

Rekahan Tanah di wilayah Kenya ini menjadi bukti nyata bahwa Benua Afrika Bakal Terbelah menjadi dua

Rekahan Tanah Raksasa Merobek Kenya, Mungkinkah Benua Afrika Bakal Terbelah?
NDtv
Rekahan Tanah yang muncul di Nairobi, Kenya 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah rekahan raksasa tiba-tiba muncul di Narok County Kenya seiring dengan turunnya hujan deras selama beberapa waktu terakhir. 

Rekahan yang kali pertama muncul pada 13 Maret tersebut, memutus ruas jalan yang menghubungkan Narok - Mai Mahiu di Karima, Kenya. 

Rekahan tanah yang terjadi di Kenya
Rekahan tanah yang terjadi di Kenya (Daily Nation)

Rekahan ini terus membesar hingga selebar 15 meter dengan kedalaman 6 meter serta memanjang sejauh beberapa kilometer. 

Baca:

Kali Pertama, Muncul Rekahan Raksasa di Antartika

Otoritas setempat kemudian menambal rekahan dengan menggunakan beton supaya jalan yang amblas bisa beroperasi kembali. 

Rekahan tanah yang terjadi di Kenya
Rekahan tanah yang terjadi di Kenya (CBS)

Kemunculan rekahan tanah yang terjadi secara tiba-tiba ini, memunculkan diskusi baru tentang masa depan Benua Afrika yang diprediksi bakal terbelah menjadi dua bagian dalam waktu jutaan tahun mendatang. 

Prediksi retakan yang akan membelah afrika
Prediksi retakan yang akan membelah afrika (Forbes)

Namun Direktur Jenderal Direktur Jalan Raya Nasional Kenya (KENHA) Peter Mundinia, sebagaimana dikutip TRIBUNJOGJA.COM dari Pulse Live menegaskan bahwa ruas jalan yang amblas ini merupakan akibat dari aktivitas gunung berapi di daerah tersebut.

Sementara itu, geolog David Adede sebagaimana dikutip TRIBUNJOGJA.COM dari surat kabar Daily Nation mengatakan rekahan itu diduga kuat merupakan bagian dari struktur retakan di Lembah Celah Besar yang memang sudah terbentuk, memanjang dari Afrika Timur sejauh 6000 kilometer dari Teluk Aden di Utara ke Mozambik Selatan. 

Lembah itu merupakan dataran rendah tempat pertemuan dua lempeng tektonik Somalia di sebelah timur dan lempeng Nubia di sebelah barat. 

Para ilmuwan meyakini kedua lempeng ini akan benar-benar terpisah dalam kurun waktu 50 Juta tahun mendatang. 

Lantas kenapa rekahan itu baru muncul setelah turun hujan? 

Adede memprediksi bahwa retakan itu sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi tertutup oleh lapisan rapuh bekas abu vulkanik Gunung Langonot. Sehingga ketika hujan, abu itu pun ikut terbawa arus. Dengan demikian rekahan itu mulai tampak, seolah-olah baru saja terbentuk. 

Meski begitu, prediksi Benua Afrika yang bakal terbelah bukanlah sebuah prediksi yang tanpa dasar. Bahkan ini mendekati kepastian.

Nantinya sebagian besar negara - negara di Afrika akan berada di lempeng Nubia yang ukurannya lebih besar. Sementara beberapa negara lainnya semisal Kenya, Tanzania dan Ethiopia akan berada di Lempeng Somali. (*) 

Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved