Menilik Klaster UMKM Binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY

BI DIY telah mendampingi sekira sembilan program UMKM daerah yang tersebar di beberapa titik di DIY.

Menilik Klaster UMKM Binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan
Kunjungan BI DIY di Klaster Binaan UMKM Coorporate Farming 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam proses pengendalian inflasi daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY melakukan pendampingan terhadap beberapa UMKM strategis.

Para pelaku UMKM tersebut dibina, dibimbing serta dikembangkan secara profesional.

Bahkan, dalam pendampingan UMKM tersebut, Bank Indonesia juga menfasilitasi dan membantu para pelaku UMKM untuk mengkomunikasikan program usahanya bersama pemerintah sehingga mampu mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan UMKM tersebut.

Telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir, klaster binaan BI DIY ini tersebar di beberapa titik.

Mulai Sleman, Bantul hingga Kulonprogo.

"Pendampingan terhadap UMKM ini kita lakukan bertahap, dari hulu hingga hilir dari nol sampai bisa mandiri dan harapannya bisa mencapai stabilitas harga serta menyejahterakan masyarakat," jelas Juhari, Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM Bank Indonesia DIY kepada Tribunjogja.com, Selasa (3/4/2018).

Hingga kini, Lanjut Juhari, BI DIY telah mendampingi sekira sembilan program UMKM daerah yang tersebar di beberapa titik di DIY.

Diantaranya yakni UMKM Bawang Merah Srikayangan Kulonprogo, Kopi Menoreh Kulonprogo, Kambing Peranakan Ettawa Nganggring Sleman, Petani Cabai di Ngemplak Sleman, Coorporate Farming di Bantul, Kampung Flory (Young Empowerement) di Sleman, Kemandirian Ekonomi Pesantren yang tersebar di Kulon Progo dan Gunungkidul, ada pula UMKM Fashion, Food and Craft yang dibina tentang Hilirisasi produknya.

Serta adapula Pendampingan pencatatan Keuangan melalui aplikasi Si Apik (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) berbasis android untuk manajemen keuangan yang lebih tertata pada sektor UMKM.

"Pendampingan kami lakukan dari Hulu hingga Hilir sehingga sampai mencapai kemapanan UMKM dan bisa dibilang mampu mandiri, berdiri sendiri serta dapat mengelola untuk pemerataan kesejahteraan," tambahnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved