Breaking News:

Kulonprogo akan Kembangkan Kawasan Perdesaan Agrowisata Menoreh Terpadu

Namun, pengembangan kawasan tersebut masih perlu diperjelas lagi secara kelembagaannya.

tribun jogja/hamim thohari
Ilustrasi: Kebun teh di bukit menoreh. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Enam desa di kawasan perbukitan Menoreh masuk dalam konsep Kawasan Perdesaan Agrowisata Menoreh Terpadu.

Namun, pengembangan kawasan tersebut masih perlu diperjelas lagi secara kelembagaannya.

Kawasan Perdesaan Agrowisata Menoreh Terpadu berawal dari program Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tentang rencana pembangunan kawasan perdesaan.

Pada 2016, Kulonprogo menjadi satu di antara kabupaten yang masuk dan didukung dalam program tersebut.

Adapun desa yang dipilih yakni Desa Banjarharjo, Banjaroya, Banjarasri, Banjararum di Kecamatan Kalibawang serta Desa Sidoharjo dan Gerbosari di Kecamatan Samigaluh.

Baca: Bina UMKM di Kulonprogo, BI DIY Ingin Angkat Kopi Menoreh

Gerbosari dan Sidoharjo (Samigaluh) dan Banjarasri, Banjarharjo, serta Banjaroya (Kalibawang) akan menjadi desa pengembangan pertanian bunga, khususnya krisan.

Desa Gerbosari didapuk sebagai kawasan pelestarian alam sedangkan Desa Banjararum (Kalibawang) menjadi kawasan pusat pengembangan agropolitan.

"Desa-desa tersebut dinilai memiliki potensi wisata religi, wisata alam dan budaya," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kulonprogo, Sutrisno, Selasa (3/4/2018).

Baca: [TRAVEL] Menikmati Suasana Danau di Agrowisata Turi nan Sunyi dan Sejuk

Halaman
12
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved