Breaking News:

Kisah Penyair Jalanan yang Selama 35 Tahun Tak Seorang Pun Mau Menerima Puisinya

Nasibnya berubah ketika pada tahun 2011 silam, ia ditemukan oleh seorang warga bernama Shalla Monteiro yang iba melihat kondisinya

Editor: Mona Kriesdinar
Raimundo Arrunda Sobrinho bersama Shalla 

TRIBUNJOGJA.com - Apa yang akan anda lakukan ketika melihat gelandangan atau tunawisma dengan kondisi memperihatinkan?

Menolongnya, memberikan bantuan atau mengacuhkannya?

Raimundo_5
Raimundo_5 ()

Mungkin anda tak akan menduganya jika bantuan sekecil apapun bisa memberikan manfaat besar bagi mereka.

Ini juga yang dialami seorang pria asal Brasil bernama Raimundo Arrunda Sobrinho.

Raimundo_1
Raimundo_1 ()

Ia merupakan seorang penyair dan penulis kelahiran sebuah desa kecil bernama Goias, pada 1 Agustus 1938 silam.

Ia pindah dari desa menuju kota Sao Paulo ketika usianya 23 tahun. Di kota tersebut, ia bekerja sebagai tukang kebun dan penjual buku.

Raimundo_2
Raimundo_2 ()

Kemudian, pada akhir tahun 1970an, nasibnya berubah drastis bersamaan dengan jatuhnya rejim diktator di Brasil. Ia menjadi tunawisma dan gelandangan.

Kondisi ini berlangsung selama 35 tahun.

Raimundo_3
Raimundo_3 ()

Selama itu, dirinya terus menulis puisi dan cerita-cerita pendek. Berharap, suatu saat nanti ada seseorang yang membacanya kemudian tertarik untuk menerbitkannya.

Tapi sayang, tidak ada seorang pun yang mau membaca karya-karya dari seorang gelandangan yang sangat kotor ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved