Rencana Israel Deportasi Ribuan Migran asal Afrika Akhirnya Dibatalkan

Otoritas Israel bahkan telah menutup pusat penampungan migran terbuka di Holot dalam rangka persiapan rencana deportasi tersebut.

Rencana Israel Deportasi Ribuan Migran asal Afrika Akhirnya Dibatalkan
http://www.eutimes.net/
Bendera Israel 

TRIBUNJOGJA.COM, TEL AVIV - Rencana Otoritas Israel melakukan pengusiran terhadap para pencari suaka dan migran asal Afrika yang sebelumnya direncanakan dimulai pada 1 April 2018 resmi dibatalkan.

Pembatalan tersebut setelah pemerintah Israel mencapai kesepakatan dengan Badan Penanggulangan Pengungsi PBB (UNHCR) yang akan berupaya mencari tempat tinggal bagi para pengungsi tersebut di negara-negara Barat.

Tercapainya kesepakatan tersebut disampaikan Kantor Perdana Menteri Israel pada Senin (2/4/2018).

Dilansir dari Times of Israel, dalam kesepakatan tersebut, UNHCR akan mencarikan tempat tinggal bagi sekitar 16.250 migran Afrika yang kini berada di Israel ke negara-negara Barat.

Baca: Warga Palestina Hendak Melakukan Aksi Damai dan Tanpa Senjata Saat Ditembaki Tentara Israel 

Sedangkan sisanya, yakni sekitar 18.000 pencari suaka akan diberikan status tinggal permanen oleh pemerintah Israel.

Kantor Perdana Menteri juga menjanjikan kepada para migran yang tinggal akan tetap berada di negara itu dalam kondisi apapun.

Ditambahkan Kantor Perdana Menteri, kesepakatan tersebut akan dijalankan secara bertahap selama lima tahun dan akan dibagi menjadi tiga tahapan.

Namun tidak dijelaskan lebih rinci mengenai tahapan yang dimaksud.

Sebelumnya, pada Januari 2018, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana deportasi terhadap para migran dan pencari suaka asal Afrika di negaranya.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved