Breaking News:

Longsor di Wilayah Tambang, Begini Tanggapan Dinas PUP ESDM DIY

Lokasi longsor tersebut merupakan wilayah CV Sari Mulya dan merupakan tambang berizin.

Penulis: app | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Arfiansyah Panji
Dua orang tewas dan dua orang lainnya luka-luka akibat kejadian longsor di area tambang Kali Gendol, Dusun Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Sleman, Senin (2/4/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tebing di area area penambangan pasir di Kali Gendol, Kalitengah Kidul, Cangkringan, Sleman dua kali mengalami longsor pada pukul 06.30 dan pukul 10.00, Senin (2/4/2018) pagi.

Terkait hal tersebut Agung Satrio, Kepala Balai Pengawasan Perizinan Penambangan Wilayah Sleman Dinas PUP ESDM DIY turut angkat bicara.

"Sebenarnya ini sudah memenuhi jarak 30 meter dari tebing yang menjadi ketentuan. Kegiatan (tambang) kan sebelah sana juah dari tebing," jelas Agung di lokasi longsor.

Meski tidak secara gamblang menjelaskan penyebab longsor, Agung meyakini lalu lalang truk tambang bisa jadi menjadi efek pemicu longsor.

"Makanya saya nggak henti-hentinya mengimbau dipasangi rambu-rambu yang rawan. Jalan masuk truk bisa tergelincir," terangnya.

Agung menuturkan, lokasi longsor tersebut merupakan wilayah CV Sari Mulya dan merupakan tambang berizin.

Lokasi tambang sendiri total luasan mencapai sekitar 2,4 hektare.

"Tambang berizin semua teknisnya ada juga kepala teknis tambang. Ada prosedur cara tambang. Walaupun seperti itu, kita sudah mengimbau agar tidak menambang di dekat tembing," jelasnya.

"Setiap masuk wilayah ada papan namanya," timpalnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved