Inspiring Beauty

Tenang, Fokus, Rilex Jadi Kunci Atlet Panjat Tebing nan Cantik Ini

Dengan mengulang kata-kata tersebut seolah dirinya merasa termotivasi dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Tenang, Fokus, Rilex Jadi Kunci Atlet Panjat Tebing nan Cantik Ini
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Aries Susanti Rahayu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Aries Susanti Rahayu, perempuan tangguh yang kini menjadi atlet olahraga panjat tebing nasional ini mengaku masih sering merasa grogi ataupun nervous setiap kali akan mengikuti lomba baik nasional maupun dunia.

Namun, pemegang medali emas Kelas Speed Perorangan Putri Kejurnas Panjat Tebing 2017 ini memiliki kata kunci yang rutin ia ucapkan setiap kali dirinya akan tampil dalam berbagai kejuaraan panjat tebing.

Hal tersebut seolah telah menjadi ritual bagi dirinya.

"Tenang, Fokus, Rilex biasanya itu yang aku ucapin berulang-ulang sampai aku yakin dan percaya diri sebelum aku lomba," jawab perempuan bernama lengkap Aries Susanti Rahayu saat ditemui Tribunjogja.com disela persiapannya menuju ajang Asian Games 2018 mendatang di komplek olahraga Mandala Krida Yogyakarta.

Hal tersebut selalu menjadi cara Aries meyakinkan dirinya bahwa dirinya mampu mencatatkan rekor hingga kemenangan.

Aries mengaku dengan mengulang kata-kata tersebut seolah dirinya merasa termotivasi dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Lanjut Aries, menurutnya hal tersebut mampu memberikan sugesti yang positif saat dirinya akan tampil dalam setiap kejuaraan yang ia ikuti.

Ritual khusus tersebut sering dilakukannya sejak dirinya mulai menggeluti dunia olahraga ekstrim ini tepatnya di tahun 2007 silam.

Perempuan asal Grobogan, Jawa Tengah ini pun juga memiliki cara lain untuk menghilangkan nervous atau grogi sebelum lomba dimulai dan keluar dari balik wall/dinding lomba.

Dirinya selalu mencari sosok pelatih disetiap sebelum perlombaan dimulai.

Hal tersebut ia lakukan untuk sekedar menguatkan mental dan meyakinkan dirinya kepada sang pelatih.

"Sebelum keluar dari dinding/wall, saya berusaha melihat sosok satu orang yaitu pelatih saya, kalau saya sudah melihat sosok beliau atau sebaliknya itu sudah sedikit menenangkan saya," lanjut perempuan yang memulai karier profesional sejak SMP ini.

Namun dirinya melanjutkan, semua usaha tersebut bukanlah apa-apa tanpa seijin Tuhan YME dan dirinya tak pernah lepas dari yang namanya berdoa sebelum bertanding.

"Adapun hasil dan selebihnya saya serahkan kepada yang diatas (Tuhan YME) yang terpenting kita sudah berusaha semaksimal mungkin dengan segala persiapan," pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved