Jelang Long Weekend dan Perayaan Paskah, Satlantas Polresta Yogyakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Satlantas Polresta Yogyakarta akan memberlakukan jalur buka tutup di beberapa ruas jalan menuju beberapa gereja besar di Kota Yogyakarta.

Jelang Long Weekend dan Perayaan Paskah, Satlantas Polresta Yogyakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida
Pengalihan arus kendaraan bermotor di Jalan Abu Bakar Ali, tampak petugas mengalihkan jalur ke arah Jalan Ahmad Jazuli guna mengurai kemacetan ke arah Gereja Santo Antonius, Kamis (29/3/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satlantas Polresta Yogyakarta akan all out dalam melakukan pengamanan arus lalu lintas jelang perayaan Paskah yang bertepatan dengan libur panjang.

Bahkan, Satlantas Polresta Yogyakarta akan memberlakukan jalur buka tutup di beberapa ruas jalan menuju beberapa gereja besar di Kota Yogyakarta.

Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, Polda DIY, Kompol Dwi Prasetyo mengatakan, anggotanya memang telah disiagakan dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas, khususnya menjelang long weekend dan perayaan Paskah tahun ini.

Diungkapkannya, bahwa buka tutup arus sudah dimulai sore ini, Kamis (29/3/2018) di beberapa ruas jalan yang dilalui jemaat ke Gereja untuk melaksanakan ibadah terkait perayaan Paskah.

"Pengalihan arus hanya dilakukan di jalur menuju beberapa gereja yang jemaatnya cukup banyak. Itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Kami juga terjunkan semua personil untuk pengalihan arus, beberapa juga kami terjunkan personil di beberapa titik serta melibatkan lintas fungsi juga," katanya.

Dijelaskannya pula, untuk pengalihan arus menuju gereja yang memiliki jemaat banyak seperti di Gereja Santo Antonius Kota Baru.

Dituturkannya, pengalihan arus lalu lintas diberlakukan saat waktu-waktu tertentu.

"Pengalihan arusnya hanya saat jemaat melaksanakan dan selesai ibadah saja, seperti di Jalan Abu Bakar Ali nanti malam yang dari arah barat akan dialihkan ke Jalan Ahmad Jazuli," ulasnya.

Selain itu, menjelang long weekend pihaknya juga akan memberlakukan rekayasa lalu lintas mengingat pasti akan banyak wisatawan yang memadati kawasan Malioboro.

Kendati demikian, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional.

"Masih tentatif untuk buka tutup jalurnya, yang jelas kalau sudah macet langsung diberlakukan rekayasa lalu lintas dan akan kami alihkan ke beberapa titik," ucapnya.

Ditambahkannya, untuk arus menuju kawasan Malioboro tetap dibuka dan tidak akan diberlakukan buka tutup.

Akan tetapi pihaknya akan membatasi kendaraan besar untuk melintas di kawasan Malioboro.

Menurutnya, dengan sudah dibangunnya devider permanen di Jalan Abu Bakar Ali akan membantu mengurai kemacetan.

"Untuk kendaraan besar akan dialihkan lewat jalur terluar baik dari sisi timur, barat, utara maupun selatan guna mengurai kemacetan," pungkasnya. (*)

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved