Adanya Silang Budaya Afrika Utara-Eropa Dibuktikan oleh Pemakaman Ini

Beberapa arkeolog berpendapat bahwa pisau kecil yang ditemukan di situs tersebut merupakan peralatan batu dari budaya Gravettian.

Adanya Silang Budaya Afrika Utara-Eropa Dibuktikan oleh Pemakaman Ini
Kompas.com
Fosil di Afrika Utara 

TRIBUNJOGJA.COM - Rahasia budaya di masa lalu biasanya bisa tersingkapkan oleh penemuan peninggalan kuno oleh arkeolog.

Tak terkecuali yang ditemukan di Maroko.

Makam kuno di sebuah gua bernama Grotte des Pigeons, yang terletak di desa Taforalt timur laut Maroko tersebut menghasilkan bukti DNA manusia tertua di Afrika.

DNA tersebut juga mengungkapkan pengetahuan baru tentang pergantian zaman pada masa tersebut.

DNA itu menunjukkan apa yang terjadi sekitar 15.000 tahun lalu.

Ketika itu budaya yang digunakan adalah berburu dan meramu.

Ini dibuktikan dengan tanduk binatang dan perhiasan lain yang dikubur dalam gua.

Gua itu sendiri sebenarnya telah digali sejak 1940-an.

Tapi, makam tersebut baru ditemukan pada 2006.

Baca: Pria Ini Terjebak di Gurun Pasir Maroko, Namun Caranya Keluar dari Bahaya Sungguh Menakjubkan

Halaman
1234
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved