Pengelola Museum Sejarah Purbakala Pleret Keluhkan Kotoran Burung

Bukan lantas membenci burung gereja, hanya menurutnya, perlu ada solusi agar terjadi saling harmoni.

Pengelola Museum Sejarah Purbakala Pleret Keluhkan Kotoran Burung
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Susanto menunjukan bagian Museum Sejarah Purbakala Pleret, Bantul yang banyak terdapat kotoran burung, Rabu (28/3/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM - Suasana Museum Sejarah Purbakala Pleret, Bantul, Rabu (28/3/2018) sore nampak sepi.

Saat itu, hanya ada dua pengunjung.

Yang banyak, justru burung gereja yang terbang di sekitar bangunan museum.

Membuat museum terasa asri dan alami memang.

Tapi siapa sangka, burung-burung gereja tersebut belakangan ini dianggap merugikan museum.

RH Susanto, pria yang sehari-hari menjadi Pengelola Museum Sejarah Purbakala Pleret menjelaskan secara singkat mengapa burung gereja dianggap merugikan.

Bukan lantas membenci burung gereja, hanya menurutnya, perlu ada solusi agar terjadi saling harmoni.

Ketika ditemui Tribunjogja.com, pria bertubuh kecil ini dengan santai, duduk di teras gedung penyimpanan koleksi.

Ia nampak sepakat, bahwa keberadaan burung gereja di museum membuat suasana lebih terasa alami.

Toh suasana museum juga terasa alami dengan pohon dan rumput.

Halaman
123
Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved