JNE Rangkul Komunitas UKM untuk Jogja Berdaya
JNE menjalin kerjasama strategis dengan melakukan kolaborasi dengan komunitas-komunitas di Yogyakarta.
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUJOGJA.COM, YOGYA - JNE menjalin kerjasama strategis dengan melakukan kolaborasi dengan komunitas-komunitas di Yogyakarta, satu di antaranya komunitas Usaha Kecil Menengah (UKM).
Pada Kamis (22/3/2018), acara mentoring bisnis rutin pekanan Jogja Berdaya, untuk pertama kalinya digagas untuk digelar di Aula Kantor JNE Gambiran yang berada di Jalan Gambiran nomor 26 Yogyakarta oleh penyelenggaranya yaitu Serikat Saudagar Nusantara Yogyakarta.
Jogja Berdaya dirintis pada September 2017, dan tiap minggunya topik serta narasumbernya berbeda – beda.
Kali ini, Angga Solixin sebagai seorang Digital Marketer, menjadi pembicara serta membagikan tips bagaimana melejitkan omzet dengan pemasaran melalui instagram.
Muhammad Ali Fikri, seorang pengurus Jogja Berdaya yang juga Koordinator Serikat Saudagar Nusantara mengatakan bahwa program ini adalah inisiatif komunitas pelaku usaha di berbagai kota untuk memberdayakan satu sama lain.
Berawal dari mentoring bisnis pekanan di Bogor, program berlanjut dan merambah ke kota lain, seperti Jakarta, Bandung, Samarinda, Cirebon, Kutai Kartanegara, Kebumen, Jember serta Yogyakarta.
“Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Jadi, bagi siapapun yang ingin hadir silahkan melakukan pendaftaran secara online atau menghubungi pengurus," ujar Fikri.
Pada hari yang sama, JNE Yogyakarta juga turut serta dalam acara Bantul Economy Creative Showcase: Be Creative or Else yang diselenggarakan di Kampung Batik Giriloyo Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul.
Kepala Diskominfo Bantul Nugroho Eko Setianto, mengatakan acara ini dilaksanakan untuk menyebarkan fakta bahwa Bantul merupakan satu dari 15 kabupaten kreatif di Indonesia berdasarkan penilaian Badan ekonomi Kreatif (Bekraf).
Adi Subagyo, Branch Manager JNE Yogyakarta dalam sesi diskusi menyampaikan bahwa JNE dan UKM harus terus bersinergi agar dapat maju bersama karena keduanya memegang peranan penting dalam sistem e-commerce.
"Kemajuan industri kreatif di Yogyakarta, terbukti dari jumlah pengiriman JNE yang meningkat, khususnya yang dikirim keluar dari Yogyakarta ke berbagai tujuan," ujarnya.
Disamping terus melakukan perluasan jaringan guna mempermudah pelanggan dalam menemukan titik layanan JNE, Adi juga menginstruksikan sales counter di wilayahnya untuk dalam melayani fasilitas pick up atau jemput paket tanpa tambahan biaya.
Selain itu, Adi juga menginformasikan bahwa kini JLC (JNE Loyalty Card), yang telah bertransformasi menjadi e-card, dapat digunakan di semua sales counter di Yogyakarta sehingga peluang para member-nya untuk mendapatkan benefit dari setiap aktifitas pengiriman semakin besar.(tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jne_20180328_182656.jpg)