APPI Berharap Agar Stake Holder Tidak Takut Lakukan Pengadan Barang dan Jasa

APPI DIY berharap agar seluruh stake holder pengadaan barang maupun jasa tidak terbebani

APPI Berharap Agar Stake Holder Tidak Takut Lakukan Pengadan Barang dan Jasa
Tribun Jogja/ Rizki Halim
Prosesi pelantikan pengurus baru APPI DIY, Rabu (28/3/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia (APPI) DIY berharap agar seluruh stake holder pengadaan barang maupun jasa tidak terbebani dengan proses pengadaan.

Selama ini baik pemerintah maupun pihak swasta selalu khawatir dengan proses pengadaan, sebab dikhawatirkan jika salah dalam sistemnya akan menjadikan pihak tersebut justru terindikasi korupsi.

Hal tersebutlah yang membuat APPI ingin menjembatani agar dalam praktiknya tidak lagi terjadi kedalahan mendasar yang justru merugikan stake holder terkait.

Padahal sehatinya, pengadaan barang dan jasa adalah hal yang cukup strategis, karena pada umumnya hal tersebut menyangkut pembangunan di Indonesia.

"Permasalahan saat ini sangat kompleks sekali dalam korupsi dengan pengadaan barang baik dari sektor formal maupun non formal, di sana banyak terjadi kesalahan baik dari sistem pengadaan ataupun pengadaan lelangnya, dengan demikian kami hadir agar bisa mengawal itu semua sehingga dapat menimbulkan pemerintahan yang bersih di Indonesia," kata Ketua APPI DIY, Ahmad Mustaqim, (28/3/2018).

Diakui Mustaqim, saat ini khususnya pada sektor pemerintah proses pengadaan barang dan jasa selalu dihindari, karena banyaknya pejabat yang takut jika justru terindikasi korupsi.

Maka tidak heran jika saat ini penyerapan anggaran pemerintah dianggap belum maksimal, karena banyak pemerintah daerah yang enggan melakukan pengadaan barang ataupun jasa.

"Karena banyaknya anggaran yang belum terserap dalam pemerintahan, karena pejabat takut menggunakan anggaran itu, mereka belum mumpuni sekali dalam menggunakan anggaran itu, diharapkan nanti kami bisa hadir sampai ke wilayah-wilayah daerah untuk salah satunya megawal dana desa dari pemerintah," pungkas Mustaqim. (*)

Penulis: Rizki Halim
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved