Miliki 62 Ribu Benda Bersejarah, Museum Sonobudoyo Kerja Keras Merawat Koleksinya

Miliki 62 Ribu Benda Bersejarah, Museum Sonobudoyo Kerja Keras Merawat Koleksinya

Tayang:
Penulis: Rizki Halim | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Rizki Halim
Kolaborasi Komunitas (Kolkom) dan Museum Sonobudoyo menggelar workshop dengan topik Sharing Proses Konservasi Koleksi Museum di Museum Sonobudoyo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Miliki setidaknya 62 ribu koleksi barang bersejarah, pengelola Museum Sonobudoyo menganggap bahwa proses konservasi merupakan hal yang penting di dalam pengelolaan museum.

Hal itulah yang melatarbelakangi diadakannya workshop dengan topik "Sharing Proses Konservasi Koleksi Museum di Museum Sonobudoyo".

Duta Museum Sonobudoyo sekaligus Koordinator Acara, Martina Sinta Kristanti menjelaskan bahwa saat ini dengan koleksi yang begitu banyak, maka tantangan yang dihadapi untuk dapat merawat benda bersejarah juga ekstra keras.

"Museum Sonobudoyo itu memiliki jumlah koleksi kedua terbesar se-Indonesia setelah Museum Gajah, dengan banyaknya jumlah koleksi tersebut maka tantanganya juga besar untuk konservasi, sebab barang di museum tentunya fragile," jelas Sinta.

Dalam workshop tersebut juga dibahas menganai apa saja yang sudah dilakukan dan apa saja yang menjadi hambatan Museum Sonobudoyo dalam melakukan konservasi koleksinya selama ini.

Selama ini jumlah tenaga kerja yang dianggap tidak sebanding dengan jumlah koleksi dirasa menjadi tantangan dalam perawatan benda koleksi di Museum Sonobudoyo.

"Jumlah tenaga selalu menjadi alasan klise, rasio antara jumlah tenaga dan jumlah koleksi, serta jenis baraang yang bermacam-macam tentunya akan diperlakukan dengan perawatan yang berbeda," lanjut Sinta.

Sementara itu, Kepala Seksi Koleksi dan Konservasi Museum Sonobudoyo, Ery Sustiadi dalam paparannya mengungkapkan tentang agen perusak serta begaimana saja cara mengatasinya.

"Setiap museum memiliki spesifikasi koleksi serta kondisi yang berbeda-beda, para curator diharapkan mampu mengidentifikasi agen-agen perusak ini dan mengindentifikasi cara penangkalannya," ujar Ery. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved