Breaking News:

Beranak dalam Kubur! Bukti Ilmiah Wanita Abad Pertengahan Melahirkan Setelah Meninggal

Beranak dalam Kubur benar-benar pernah terjadi, istilah yang digunakan yakni coffin birth

Editor: Mona Kriesdinar
Ancient Origins
Kerangka seorang wanita dari abad pertengahan dengan kerangka janin yang keluar 

TRIBUNJOGJA.COM - Sekelompok peneliti dari Italia berhasil mengungkap kasus medis aneh pada kerangka seorang perempuan yang berasal dari abad pertengahan. 

Kerangka perempuan yang ditemukan di Kota Imola, Bologna, Italia ini mengalami 'persalinan dalam kubur' atau melahirkan setelah ia meninggal. 

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan dalam jurnal World Neurosurgery, kesimpulan ini diperoleh setelah ditemukan kerangka bayi yang diperkirakan berumur 38 Minggu. Kerangka utuh berukuran kecil ini berada diantara selangkangan kerangka perempuan dewasa. 

Secara rinci, laporan ini menjelaskan bahwa proses persalinan belum sepenuhnya tuntas. Ditandai dengan bayi yang belum keluar sempurna. Bagian kepala hingga pinggang sudah berada di luar. Sementara bagian pinggang dan betisnya masih berada di dalam. 

Kerangka perempuan dewasa dan kerangka janin yang sudah keluar
Kerangka perempuan dewasa dan kerangka janin yang sudah keluar (Ancient Origins)

Namun begitu ada pula kemungkinan bahwa perempuan itu meninggal dalam proses persalinan. Kemudian ibu dan janinnya dikubur bersamaan pada tahun 7 masehi. 

Namun Bioarchaeologist Siân Halcrow dari University of Otago, mengungkapkan bahwa tak menutup kemungkinan ini merupakan kasus kelahiran pasca kematian atau post mortem fetal. 

Kasus langka ini bisa terjadi secara alamiah ketika berlangsungnya proses pembusukan mayat. Terutama saat berlangsungnya proses penguraian tubuh yang menyebabkan rahim seperti diperas hingga memaksa janin keluar dari tubuh. 

Hanya segelintir kasus saja yang diketahui terjadi di zaman modern, yang paling baru terjadi pada Januari 2018, ketika wanita berusia 33 tahun dari Mbizana, Afrika Selatan, melahirkan bayi di dalam peti matinya. Janin itu pun keluar dalam kondisi sudah meninggal. 

Tengkorak berlubang

Teka-teki lainnya yang diperoleh dari kerangka ini yakni adanya lubang di bagian tengkorak sebesar 5mm. Kemungkinan besar wanita ini telah menjalani prosedur trepanasi atau kraniotomi. Sebuah tindakan untuk membuka tulang kepala yang bertujuan mencapai otak untuk tindakan pembedahan.

Dalam hal ini tengkorak dibor, dipahat, atau dikorek untuk membuka membran yang mengelilingi otak. 

Catatan paling awal tentang tengkorak yang mengalami trepanasi berasal dari 12.000 tahun lalu, dan berasal dari Afrika Utara, dan contoh-contoh telah ditemukan di seluruh dunia sejak saat itu. 

Berdasarkan tanda-tanda penyembuhan di sekitar lubang di tengkorak, para ilmuwan telah memastikan bahwa wanita itu hidup setidaknya seminggu setelah operasi. 

Para peneliti menduga bahwa wanita itu mungkin telah mengalami trepanasi karena kondisi pre-eclampsia (tekanan darah tinggi yang berhubungan dengan kehamilan yang sering menyebabkan kematian ibu). Catatan sejarah membuktikan bahwa trepanasi sering digunakan untuk mengurangi tekanan darah di tengkorak. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved