Nikmatnya Menyantap Bakso Balungan Pak Granat saat Hujan

Dagingnya pun terasa sangat empuk. Kuahnya pun terasa sangat segar, dengan rasa kaldu sapi yang ringan namun tetap gurih.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Seporsi Bakso Balungan di Bakso Balungan Pak Granat Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM - Akhir-akhir ini, hujan selalu membasahi Yogyakarta.

Hujan bahkan bisa turun sepanjang hari.

Tentu saja, di saat hujan, makanan yang cocok adalah jenis yang berkuah dan hangat.

Seperti bakso.

Bakso Balungan Pak Granat adalah satu di antara opsi terbaik yang bisa didapatkan di Yogyakarta.

Bahkan oleh pemiliknya, Arif Budi Sulistyono, warung ini diklaim sebagai satu yang terbaik.

"Kita terkenal nomor 1 di Jawa Tengah dan DIY," ujar Nur Azis, seorang pegawai di Bakso Balungan Pak Granat (25/03/2018).

Sesuai namanya, menu yang paling direkomendasikan di sini tentu saja Bakso Balungan.

Balungan adalah tulang yang masih dibalut oleh daging.

Biasanya bagian Iga.

Seporsi makanan seharga Rp19 ribu ini berisi empat butir bakso sebesar golf dan tiga potong Iga Sapi.

Dagingnya pun terasa sangat empuk dan mudah dilepas dari tulangnya.

Kuahnya pun terasa sangat segar, dengan rasa kaldu sapi yang ringan namun tetap gurih.

"Kuahnya dibikin sama Pak Arif sendiri tiap harinya di outlet pusat Magelang. Setelahnya baru dikirimkan ke outlet-outlet lain," jelas Nur Azis yang sudah bekerja selama 2 bulan di Bakso Balungan Pak Granat.

Baksonya, Nur Azis menambahkan, dibuat sedemikian rupa agar konsumen serasa mengunyah daging sapi.

Tidak hanya bakso, semua tambahan seperti mi, sayur, dan lain-lain dihasilkan secara mandiri oleh pemiliknya.

Tanpa perantara sama sekali.

"Sapinya sebagian kita ternak sendiri. Kita potong sendiri juga, jadi baksonya lebih banyak mengandung daging ketimbang tepung," jelas pria asal Gunungkidul ini.

Memang, saat Tribunjogja.com, mencoba baksonya, rasa daging sapi begitu kentara di lidah.

Menyatu dengan daging balungan serta kaldu dalam semangkok bakso.

Nur Azis pun menyebut bahwa semua bahan serta setiap menu sudah diuji berdasarkan standar yang sudah baku.

Maka bisa dipastikan setiap outlet memiliki rasa yang sama.

"Kita juga sudah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI dan dari Dinas Kesehatan," jelas Nur Azis.

Klaim terbaik di DIY pun sepertinya cukup terbukti. Menurut Azis, outlet Bakso Balungan di Jalan Suryowijayan No 28, Mantrijeron ini selalu ramai pengunjung.

Terutama saat siang hari serta menjelang maghrib.

"Kalau pas maghrib sampai isya, biasanya yang datang tidak putus-putus. Selalu penuh," ujar Nur Azis.

Sahara, perempuan asal Gamping, mengaku sering mampir ke Bakso Balungan Pak Granat.

Ia terutama sering memesan Bakso Tetelan serta Mi Ayam Ceker.

"Rasanya pas, terutama baksonya. Harganya juga sesuai," papar Sahara.

Begitu juga dengan Agung, warga Kauman yang datang bersama istri dan anaknya.

Menurutnya, Bakso Balungan berbeda dengan bakso lain yang pernah dicicipinya.

"Kuahnya segar, porsinya juga termasuk banyak dengan harga yang cukup terjangkau," ujar pria yang berprofesi sebagai desainer grafis ini.

Selain di Mantrijeron, Bakso Balungan Pak Granat berada di Jalan Magelang km 12, serta di daerah Mergangsan.

"Kita juga berencana membuka outlet baru kita di Kaliurang," ungkap Nur Azis pada Tribunjogja.com.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved